News
Seruni & BPMA Bantu Warga Aceh Pascabencana, Siapkan Ramadhan
11 Februari 2026 19:30
Solidaritas Perempuan untuk Indonesia (Seruni) Kabinet Merah Putih bersama Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologis di Kabupaten Bireuen dan Pidie Jaya pada Rabu, 11 Februari 2026. Aksi lintas kementerian ini menyasar pemulihan kebutuhan dasar dan fasilitas ibadah warga guna memastikan masyarakat dapat menyambut bulan suci Ramadhan dengan lebih layak di tengah masa pemulihan pascabencana.
Kehadiran ibu-ibu Seruni yang membaur langsung dengan masyarakat memberi energi dan harapan besar bagi warga terdampak maupun kami yang bertugas di lapangan, kata Kepala BPMA, Nasri Djalal.
Bantuan Kemanusiaan
- Kebutuhan Pokok: Paket sajadah, mukena, sarung, dan Al-Qur’an di Pidie Jaya.
- Sarana Pendidikan: Seragam sekolah, meja belajar, dan tas sekolah di Bireuen.
- Fasilitas Keagamaan: Fasilitas internet Starlink untuk industri kecil setempat.
- Sektor Peternakan: Penyerahan sejumlah sapi untuk TP PKK Provinsi dan Kabupaten.
Dukungan Lintas Sektor
- Kementerian ESDM: 1.566 paket kompor gas lengkap dengan tabung 5,5 kg.
- Kementerian Pekerjaan Umum: Dua unit toilet portabel, satu unit sumur bor, hidran umum, dan 1.000 paket Ramadhan.
- KKP, Kementerian Perindustrian, KLH, Kemenpora, hingga Bappenas: Dukungan teknis dan bantuan lainnya.
Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Marlina Muzakir, menekankan pentingnya kehadiran fisik para tokoh nasional ini. Menurutnya, bencana hidrometeorologis tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga memukul aspek psikologis kelompok rentan seperti perempuan dan anak-anak.
Kehadiran kita di sini bukan sekadar menyerahkan bantuan fisik, melainkan memastikan mereka tidak merasa sendiri. Harapannya, bantuan ini membuat warga bisa menjalani ibadah puasa dengan lebih tenang dan khusyuk, kata Marlina.
Kunjungan kerja ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh, antara lain Ernawati Trenggono, Leomongga Kartasasmita, Irma Dodi Hanggodo, Sulikah Hanif, dan Ida Praktikno, serta jajaran pengurus TP PKK setempat.
