Kembalikesehatan

Warga Aceh Khawatir Gas Andaman Langsung Ke Jawa, Hilang Peluang Kerja

Penulis

serambinews.com

Tanggal

02 Jun 2026

Warga Aceh Khawatir Gas Andaman Langsung Ke Jawa, Hilang Peluang Kerja

Gubernur Aceh Muzakir Manaf meminta agar gas dari Wilayah Kerja (WK) South Andaman tidak langsung dialirkan ke luar Aceh, melainkan diolah terlebih dahulu di daerah untuk memberikan manfaat ekonomi lokal. Pernyataan itu disampaikan saat menerima silaturahmi tokoh Aceh di Meuligo Gubernur Aceh, Jumat (29/5/2026), dan kemudian disiarkan dalam video medsos Senin (1/6/2026).

Rencana Pengolahan Gas di KEK Arun

  • Surat Gubernur Aceh Nomor 500.10/2264 tanggal 27 Februari 2026 memohon penundaan persetujuan Plan of Development (PoD) Lapangan Tangkulo hingga tercapai kesepakatan dengan Mubadala Energy.
  • Mubadala Energy mengusulkan Floating Production Storage Offloading (FPSO) sebagai fasilitas terapung untuk mengolah gas di laut.
  • Pemerintah Aceh menawarkan Onshore Processing Facility (OPF) di KEK Arun, Lhokseumawe sebagai alternatif darat yang dapat mengolah gas sebelum distribusi.
  • Jika gas diolah di Aceh, estimasi menyatakan potensi ribuan lapangan kerja baru untuk warga nelayan, petani, UMKM, dan pelamar di sektorku industri turunan.
  • Gas yang rencanakan dialirkan ke Medan kemudian ke Pulau Jawa melalui jaringan transmisi gas bumi yang sedang dibangun.
  • Pemerintah Aceh juga mengeksplorasi penggunaan infrastruktur eks PT Arun NGL sebagai Onshore Receiving Facility (ORF) untuk hilirisasi gas dari Blok South Andaman.

Dengan memanfaatkan fasilitas onshore di Aceh, Pemerintah berharap mengulangi kesalahan masa lalu ketika proyek Gas Arun memberikan kontribusi terbatas bagi masyarakat setempat, dan menciptakan rangkaian nilai tambah yang berkelanjutan untuk perekonomian Aceh.

Verifikasi Konten

Baca Artikel di Sumber Asli

Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.

Kunjungi Website

Diskusi Hangat

0 Kontribusi Komunitas

Suara Anda Sangat Berarti

Jadilah pionir dalam diskusi ini.