News
Warga Aceh Timur Temukan Semburan Gas Saat Bor Sumur Masjid, DLH Pastikan Tidak Berbahaya
20 Januari 2026 15:41
Warga Gampong Paya Deumam Lhee, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, dikejutkan oleh fenomena alam yang tidak terduga. Saat sedang mengebor sumur untuk kebutuhan air bersih masjid setempat, mereka malah menemukan semburan lumpur yang bercampur gas pada kedalaman 45 meter.
Tim Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Timur bersama ahli dari PT Medco E&P Malaka langsung melakukan observasi teknis. Hasil uji lapangan menunjukkan bahwa gas yang ditemukan tidak berbahaya dan kadarnya rendah, bahkan di bawah kadar gas rumah tangga pada umumnya.
Kronologi Penemuan Gas
- Pengeboran sumur untuk masjid di Gampong Paya Deumam Lhee mencapai kedalaman 45 meter.
- Material lumpur menyembur keluar dari lubang bor dengan tekanan yang diduga mengandung gas.
- Pekerja segera menghentikan aktivitas dan melaporkannya kepada pihak desa.
- DLH Aceh Timur dan PT Medco E&P Malaka melakukan observasi teknis menggunakan alat Gas Detector.
Hasil Observasi
- Tidak ditemukan gas H2S atau gas beracun yang berbahaya bagi manusia.
- Kadar gas yang ditemukan tergolong rendah dan masih di bawah kadar gas rumah tangga.
- Sumur yang mengeluarkan gelembung gas akan ditutup secara permanen.
- Pengeboran sumur air akan dialihkan ke lokasi lain.
Langkah Keamanan
- Lokasi di sekitar sumur bor telah dipasangi garis polisi (police line) untuk mencegah warga mendekat.
- Warga diminta tidak panik dan menjauhi lokasi demi keamanan bersama.
- Bupati Aceh Timur, Al-Farlaky, meminta sumur ditutup dan pengeboran dialihkan ke lokasi lain.
Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan mengikuti instruksi dari pihak berwenang. DLH Aceh Timur akan terus memantau situasi dan memberikan informasi terbaru kepada warga setempat.
Dengan penemuan ini, diharapkan warga dapat lebih waspada terhadap potensi fenomena alam yang tidak terduga dan selalu melaporkan kejadian serupa kepada pihak berwenang untuk penanganan yang tepat dan cepat.
Dampak Jangka Panjang
- Peningkatan kesadaran masyarakat terhadap potensi bahaya alam yang tidak terduga.
- Pentingnya koordinasi antara warga, pihak desa, dan dinas terkait dalam penanganan kejadian serupa.
- Perlunya pemantauan dan evaluasi lokasi pengeboran sumur untuk menghindari risiko serupa di masa depan.
