Kota Subulussalam, terletak di ujung barat Aceh, mengalami kondisi lampu penerangan jalan umum (PJU) yang padam berkepanjangan. Meski jalan-jalan utama kota menjadi gelap saat malam, setiap pelanggan listrik di wilayah tersebut tetap dikenakan pungutan pajak sebesar 10% dari tagihan listrik mereka sebagai bagian dari retribusi PJU.
Penjelasan dan Data terkait Pungutan PJU
- Pungutan PJU sebesar 10% dari tagihan listrik masih berlaku bagi semua pelanggan di Subulussalam.
- Tunggakan pembayaran PJU Pemerintah Kota Subulussalam mencapai Rp3,8 miliar (periode 2024‑2026).
- Pendapatan daerah dari sektor pajak PJU diperkirakan sekitar Rp350 juta per tahun.
- Jalan gelap meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas dan tindak kriminalitas malam hari, sesuai pernyataan Ketua LAKI Ahmad Rambe.
- LAKI mengajukan pencabutan pajak PJU melalui qanun baru hingga layanan penerangan jalan dapat berfungsi normal.
- Pemerintah kota belum memberikan penjelasan terbuka mengenai penyebab padamnya lampu, besaran tunggakan, atau langkah penyelesaian yang akan diambil.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaIbu Aceh Singkil Raih Panen Bawang Merah Via Benih Biji","PublicImpact":9,"Credibility":9,"Urgency":6,"Evidence":7,"LongTermValue":9,"Education":7,"FinalScore":83,"Summary":"Pemkab Aceh Singkil kolab
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Singkil berkolaborasi dengan NGO mitra pembangunan berhasil mengembangkan budidaya bawang merah
Empati Warga Pidie Jaya: USK Kirim 1.050 Mahasiswa Bantu Bangun Usaha
PIDIE JAYA - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Wamendiktisaintek) Prof. Stella Christie, Ph.D., mengapresiasi...
: Warga Barsela Menunggu RS Meulaboh, Butuh Tambahan Rp50-100 M
Anggota Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) DPRA, Fuadri, mendesak Pemerintah Aceh memprioritaskan penyelesai
: Buruh Harian Aceh Barat Diamankan, Dugaan Pelecehan Anak 11 Tahun
Satuan Reserse Kriminal Polres Aceh Barat mengamankan seorang pria berinisial EE (42), buruh harian lepas asal Kabupaten Aceh


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.