Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Warga Takengon Didik Standar Jurnalisme untuk Bencana, Dapat Bantuan Lebih Tepat

30 Januari 2026 19:57

Di tengah situasi bencana, ponsel warga kerap menjadi alat pertama yang merekam peristiwa. Video dan foto menyebar cepat, melintasi grup percakapan hingga media sosial. Namun, tanpa pemahaman yang memadai, informasi yang semestinya membantu justru berpotensi menyesatkan.

Kesadaran inilah yang melatarbelakangi Generasi Edukasi Nanggroe Aceh (GEN-A) bersama MIT Foundation menggelar edukasi Standar Jurnalisme Warga bagi masyarakat terdampak bencana di Mendale, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah, Rabu (28/1/2026).

Edukasi Standar Jurnalisme Warga

Edukasi ini diikuti oleh sekitar 40 orang masyarakat, yang sebagian besar merupakan penyintas banjir dan warga sekitar lokasi layanan kesehatan gratis. Kegiatan dilakukan secara sederhana dan dialogis di sela-sela antrean pengobatan, agar tetap inklusif dan tidak mengganggu layanan medis.

Pentingnya Informasi Akurat

Pemateri kegiatan, Maulana Kamal, S.I.Kom, Edukator GEN-A, menjelaskan bahwa dalam situasi darurat, warga kerap menjadi sumber informasi pertama dari lapangan. Karena itu, cara merekam dan menyampaikan informasi memiliki dampak besar terhadap respons kemanusiaan.

  • Identitas Perekam: Identitas perekam perlu disebutkan secara sederhana—apakah sebagai warga, relawan, atau saksi.
  • Waktu Perekaman: Mencantumkan tanggal dan jam perekaman dapat minimalkan kesalahpahaman.
  • Lokasi: Menyebutkan desa atau gampong, kecamatan, hingga kabupaten membantu relawan dan pihak berwenang memahami situasi secara akurat.
  • Fakta yang Terlihat: Rekam apa yang ada di depan mata, bukan asumsi atau narasi provokatif.

Respon Positif dari Warga

Pendekatan edukasi ini disambut positif oleh warga. Beberapa peserta mengaku baru menyadari bahwa kebiasaan membagikan video tanpa keterangan lengkap dapat berdampak luas, tidak hanya bagi penerima informasi, tetapi juga bagi penyintas lain.

Kolaborasi dan Dukungan

Founder MIT Foundation, Teuku Farhan, menyampaikan bahwa edukasi literasi informasi merupakan bagian penting dari aksi kemanusiaan. Menurutnya, bantuan bencana tidak cukup hanya berupa logistik dan layanan kesehatan, tetapi juga harus menyentuh aspek pengetahuan masyarakat.

Melalui edukasi singkat namun bermakna ini, GEN-A dan MIT Foundation berharap masyarakat terdampak bencana di Takengon dapat menjadi penyampai informasi yang lebih bertanggung jawab. Dengan begitu, video dan laporan warga tidak hanya menjadi rekaman peristiwa, tetapi juga jembatan solidaritas yang membantu pemulihan bersama.

Warga Takengon Didik Standar Jurnalisme untuk Bencana, Dapat Bantuan Lebih Tepat
0123456789