Dinas Pendidikan (Disdik) Aceh memperkuat budaya literasi di kalangan guru dan siswa melalui Forum Group Discussion (FGD) yang melibatkan guru bahasa Indonesia jenjang SMA dan SMK di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar. Kegiatan ini merupakan respons atas capaian rerata skor siswa-siswi Aceh untuk mata pelajaran bahasa Indonesia pada tes kemampuan akademik (TKA) tahun lalu yang hanya 50,67. Kadisdik Aceh menargetkan peningkatan skor tersebut menjadi minimal 75 pada TKA 2026.
FGD yang berlangsung selama 3,5 jam ini difasilitasi oleh pegiat literasi Aceh, Yarmen Dinamika, dan dihadiri oleh kalangan perguruan tinggi serta Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Aceh. Salah satu target utama pasca-FGD adalah lahirnya minimal 20 buku fiksi karya penulis lokal yang dapat diedarkan di perpustakaan sekolah se-Aceh. Upaya penulisan dan penerbitan buku ini dikoordinasikan oleh Fatimah MPd, Ketua MGMP Bahasa Indonesia Kota Banda Aceh, dengan batas waktu penulisan hanya dua bulan.
Upaya Meningkatkan Literasi
- Target Skor: Kadisdik Aceh ingin meningkatkan rerata skor bahasa Indonesia siswa Aceh pada TKA 2026 menjadi minimal 75 dari skala 100.
- Ekosistem Literasi: Literasi harus dibangun sebagai ekosistem, bukan sekadar aktivitas tambahan di sekolah. Ini termasuk koleksi pustaka sekolah yang merangsang minat baca siswa.
- Keterlibatan Guru: Guru didorong untuk lebih aktif dalam memilih dan mengusulkan buku-buku yang menarik bagi siswa, khususnya karya fiksi yang dekat dengan kehidupan mereka.
- Dukungan Perguruan Tinggi: Hadirnya perwakilan dari Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Syiah Kuala (USK) dan Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG) Banda Aceh menunjukkan kolaborasi lintas sektor.
Dampak Jangka Panjang
- Peningkatan Kemampuan Berpikir: Literasi diharapkan menjadi fondasi utama dalam membangun kemampuan komunikasi, nalar, serta daya pikir kritis siswa secara berkelanjutan.
- Budaya Menulis: Kebiasaan menulis yang diiringi publikasi akan melatih siswa lebih terbuka terhadap kritik dan masukan.
- Dukungan Pemerintah: Pemerintah dapat berperan melalui penyediaan fasilitas seperti taman baca, perpustakaan gampong, serta dukungan terhadap berbagai kegiatan literasi masyarakat.
Kadisdik Aceh berharap bahwa dengan adanya kolaborasi antara sekolah dan didukung penuh oleh Disdik Aceh, gerakan literasi dapat berkembang lebih luas dan memberikan dampak nyata bagi generasi muda Aceh.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua Berita: Warga Lhokseumawe Tenang, 186 Rumah Sudah Tahap Perbaikan
"Hingga saat ini, sebanyak 186 unit rumah telah memasuki tahapan pelaksanaan perbaikan rumah," katanya.
Warga Lhokseumawe Dapat Bantuan Stimulan Perbaikan 1.279 Rumah
Untuk pelaksanaan bantuan stimulan ini mencakup 51 gampong yang tersebar di 4 kecamatan di Kota Lhokseumawe
Warga Aceh Waspadai Karhutla Saat Musim Kemarau Mulai","PublicImpact":80,"Credibility":95,"Urgency":70,"Evidence":85,"LongTermValue":70,"Education":75,"FinalScore":81,"Summary":"BMKG mengumumkan bahwa
BANDA ACEH – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM) Banda Aceh menyebutkan...
30 KK Lubok Pusaka Masih Tinggal di Tenda Pasca Banjir Lead paragraphs...
ACEH UTARA - Keuchik Gampong Lubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, Janni, mengatakan hingga kini desanya sama sekali belum menerima bantuan...


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.