News
Banjir Merusak Hampir Seluruh Rumah di Desa Pante Baro Buket Panyang, Bireuen
16 Februari 2026 17:54
Hampir seluruh rumah di Desa Pante Baro Buket Panyang, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Bireuen, terdampak banjir. Dari 120 kepala keluarga, hanya empat yang selamat karena rumahnya di perbukitan. Keuchik Pante Baro Buket Panyang mengatakan, dampak banjir bandang menyebabkan 7 unit rumah hilang dan puluhan lainnya rusak berat, ringan, maupun sedang.
Warga terdampak banjir awalnya mengungsi ke tempat tinggi, kemudian menempati tenda darurat dan beberapa pekan kemudian ada yang kembali ke rumah membersihkan rumah. Pendataan sudah dilakukan dan berharap data menjadi penting membantu warganya terdampak banjir.
Dampak Banjir
- 7 unit rumah hilang dan puluhan lainnya rusak berat, ringan, maupun sedang.
- Warga mengungsi ke tempat tinggi dan menempati tenda darurat.
- Sektor pertanian juga berdampak luas, sawah terendam banjir dan banyak kegiatan pertanian lumpuh total.
Keterangan Korban
Tgk Abidinsyah, salah seorang korban banjir, mengatakan rumahnya ikut terendam banjir dan peralatan rumah tangga seluruhnya rusak. Ia sempat mengungsi ke gubuk sederhana, sekarang sudah pulang ke rumah bersama istri, anak maupun cucu-cucu.
Kendala Pertanian
Tgk Abidinsyah, yang sejak lama menjadi petani menanam sayur-sayuran untuk kebutuhan rumah tangga, mengaku saat ini mengalami kendala untuk kembali menanami palawija karena mesin pompa air juga hilang dan rusak diterjang banjir bandang. Ia mengharapkan bantuan mesin pompa air untuk memudahkan menanam berbagai jenis tanaman sebagai sumber mencari rezeki untuk keluarganya.
Harapan Bantuan
Sebelum banjir, ia menanam timun, jagung, bayam, kangkung dan lainnya. Sejak banjir bandang, kegiatan pertanian tidak bisa dijalankan lagi. Menjawab Serambinews.com menyangkut tanah, Tgk Abidin mengatakan, tanah masih walaupun sudah penuh lumpur, bila ada mesin akan mudah caranya menanam palawija kembali. Beberapa waktu lalu, ia mencoba menanam timun namun tidak subur karena tidak cukup air disebabkan tidak sanggup disiram dengan cara manual dan berharap ada bantuan mesin pompa air.
