News
Ribuan Rumah di Pidie Jaya Masih Tertimbun Lumpur Tebal Hampir Tiga Bulan Pascabanjir
16 Februari 2026 21:15
Hampir tiga bulan pascabanjir yang melanda Pidie Jaya pada November 2025, ribuan rumah warga masih tertimbun lumpur tebal. Kondisi ini memaksa sebagian warga tinggal di tenda pengungsian, menumpang di rumah saudara, atau menempati hunian sementara (huntara). Debu dari sisa lumpur juga menjadi masalah baru, mengancam kesehatan warga dengan risiko penyakit ISPA.
Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, mengakui bahwa banyak rumah warga masih tertimbun lumpur dan belum selesai dibersihkan. Keterbatasan alat berat dan tempat pembuangan lumpur menjadi kendala utama. Meskipun jumlah pengungsi telah berkurang dari 23.000 menjadi ribuan, banyak warga masih belum bisa pulang ke rumah mereka.
Dampak Banjir di Pidie Jaya
- Ribuan rumah masih tertimbun lumpur tebal, terutama di Gampong Meunasah Lhok dan Meunasah Bie.
- Warga menghadapi masalah kesehatan akibat debu lumpur yang beterbangan.
- 23.000 pengungsi awalnya tercatat, namun jumlahnya berkurang seiring waktu.
- Keterbatasan alat berat dan tempat pembuangan lumpur memperlambat proses pemulihan.
- Kayu gelondongan berserakan di halaman rumah warga, menambah kesulitan pembersihan.
