News
Harga Barang & Jasa di Aceh Naik 6,69% di Awal 2026, Tarif Listrik dan Emas Jadi Pemicu
03 Februari 2026 09:56
Harga barang dan jasa di Aceh naik 6,69% pada Januari 2026, menurut Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh. Kenaikan harga didorong oleh tarif listrik, emas perhiasan, beras, nasi dengan lauk, dan sigaret kretek mesin (SKM).
Inflasi tahunan di Aceh didorong oleh kenaikan harga sejumlah komoditas seperti tarif listrik, emas perhiasan, beras, nasi dengan lauk, dan sigaret kretek mesin (SKM).
Inflasi Tinggi di Aceh Tengah
Inflasi tahunan tertinggi terjadi di Kabupaten Aceh Tengah, yakni sebesar 8,60 persen, sedangkan paling rendah terdapat di Meulaboh sebesar 5,55 persen.
Deflasi Bulanan
Secara bulanan, BPS mencatat Aceh mengalami deflasi atau penurunan harga sebesar 0,15 persen dibandingkan dengan bulan Desember 2025. Deflasi ini dipengaruhi oleh sejumlah kelompok pengeluaran, di antaranya makanan, minuman, dan tembakau.
Komoditas Penyumbang Deflasi
Komoditas penyumbang utama deflasi pada kelompok tersebut adalah telur ayam ras, cabai merah, beras, minyak goreng, kentang, tomat, dan wortel.
Inflasi Bulanan
Sementara itu, juga terdapat komoditas yang memberikan andil terhadap inflasi bulanan yaitu nasi dengan lauk, emas perhiasan, daging ayam ras, cabai rawit, dan mie.
Perbandingan Daerah
Secara m-to-m (bulanan), daerah yang mengalami inflasi adalah Aceh Tamiang dan Lhokseumawe dan 3 lainnya mengalami deflasi. Inflasi tertinggi berada di Kota Lhokseumawe yaitu 0,86 persen. Sementara Kota Banda Aceh mengalami deflasi terdalam sebesar 0,81 persen.
