News
Harga Emas di Aceh Anjlok Rp150 Ribu per Mayam, Warga Buru Peluang Beli
4 hari yang lalu
Harga emas di Aceh mengalami penurunan tajam pada awal pekan kedua Maret 2026. Penurunan ini mencapai Rp150.000 per mayam di Banda Aceh, membuat logam mulia semakin terjangkau bagi warga yang berencana membeli perhiasan menjelang Idul Fitri.
Penurunan harga emas ini sejalan dengan kondisi pasar global yang tertekan oleh penguatan dolar Amerika Serikat. Meskipun situasi geopolitik di Timur Tengah masih fluktuatif, harga emas di berbagai wilayah Aceh seperti Pidie, Lhokseumawe, dan Gayo juga mengalami penurunan.
Rincian Penurunan Harga Emas di Aceh
- Banda Aceh: Penurunan hingga Rp150.000 per mayam, membuat emas semakin murah dibandingkan akhir pekan lalu.
- Lhokseumawe: Penurunan sebesar Rp33.000 per gram atau Rp99.000 per mayam.
- Langsa: Penurunan sebesar Rp100.000 per mayam untuk emas perhiasan kadar tinggi.
- Bener Meriah: Volume pembeli meningkat hingga 60 persen, meskipun harga sedang merosot.
Dampak terhadap Warga Aceh
Penurunan harga emas ini memicu antusiasme warga untuk membeli perhiasan. Di Bener Meriah, volume pembeli mendominasi transaksi hingga 60 persen. Sementara di Lhokseumawe, meski harga turun, transaksi masih didominasi aksi jual oleh warga.
Kondisi Pasar Emas Global
Pasar emas domestik terpantau lesu setelah mengalami koreksi tajam. Harga emas batangan produksi UBS dan Galeri24 merosot tajam sebesar Rp52.000 per gram. Emas Antam juga mengalami penurunan signifikan, mencapai Rp55.000 per gram, hampir menyentuh batas bawah psikologis Rp3 juta per gram.
