News
Harga Emas di Banda Aceh Turun Rp 250.000 per Mayam, Dampaknya Bagaimana?
02 Februari 2026 16:03
Harga emas di Banda Aceh turun tajam Rp 250.000 per mayam, menjadi Rp 8.550.000. Penurunan ini merupakan tren koreksi harga emas yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, dipicu oleh pelemahan harga emas dunia.
Penurunan harga emas di Banda Aceh tercatat sebagai penurunan terbesar ketiga dalam perdagangan emas di kota ini sejak awal tahun 2026. Harga emas per mayam di Banda Aceh sempat mencatatkan rekor tertinggi pada Kamis (29/1/2026), dengan harga jual mencapai Rp 9.900.000 per mayam. Namun, setelah menyentuh level tertinggi tersebut, harga emas per mayam langsung berbalik arah dan mengalami penurunan beruntun.
Dampak Penurunan Harga Emas
- Dampak Ekonomi: Penurunan harga emas dapat mempengaruhi UMKM yang bergerak di bidang perdagangan emas di Aceh.
- Investasi Emas: Investor emas di Aceh perlu waspada dengan fluktuasi harga emas yang dipengaruhi oleh dinamika geopolitik internasional.
- Kondisi Global: Pelemahan harga emas dunia dan kebijakan moneter negara-negara utama menjadi faktor utama penurunan harga emas di Aceh.
- Prediksi Harga: Diprediksi pergerakan harga emas masih akan bersifat fluktuatif dalam waktu dekat.
Informasi dari Toko Emas Al-Fath di Pasar Ulee Kareng, Banda Aceh, menyampaikan bahwa harga emas hari ini dijual turun Rp 250.000, menjadi Rp 8.550.000 per mayam. Harga emas tersebut belum termasuk ongkos pembuatan, yang berkisar Rp 100 Ribu hingga Rp 150 ribu, tergantung kerumitannya.
