News
Harga Emas di Langsa Melonjak Tertinggi, Warga Aceh Khawatirkan Dampak Ekonomi
26 Januari 2026 16:11
Harga emas di beberapa wilayah Aceh, terutama Langsa, mengalami kenaikan signifikan pada 26 Januari 2026. Kenaikan ini dipengaruhi oleh lonjakan harga emas dunia dan ketidakpastian ekonomi global.
Di Langsa, harga emas naik dua kali dalam sehari, mencapai Rp 9.250.000 per mayam. Kenaikan ini menunjukkan tingginya volatilitas pasar emas, seiring pengaruh kondisi global dan pergerakan harga emas dunia yang masih berada dalam tren penguatan.
Dampak Kenaikan Harga Emas
- Harga emas di Kota Lhokseumawe naik Rp 50.000 per gram atau Rp 150.000 per mayam dibandingkan hari sebelumnya.
- Harga emas di Aceh Timur melonjak tajam hingga menembus Rp 9.000.000 per mayam.
- Harga emas di Banda Aceh naik Rp 130.000 per mayam menjadi Rp 8.960.000.
- Harga emas di Kabupaten Aceh Barat Daya naik Rp 150.000 per mayam menjadi Rp 8.750.000.
Meski harga terus naik, daya beli masyarakat dinilai masih stabil. Namun, warga Aceh khawatirkan dampak ekonomi dari kenaikan harga emas ini, terutama bagi mereka yang berinvestasi dalam emas sebagai aset aman di tengah ketidakpastian global.
Tren Penguatan Harga Emas
- Harga emas murni di Lhokseumawe naik dari Rp 8.000.000 menjadi Rp 8.150.000 per mayam.
- Emas London di Lhokseumawe naik dari Rp 7.550.000 menjadi Rp 7.700.000 per mayam.
- Emas perhiasan tipe 99 di Aceh Timur berada di Rp 9.000.000 per mayam, naik dari sebelumnya Rp 8.900.000.
- Logam Mulia (LM) emas batangan naik dari Rp 2.700.000 menjadi Rp 2.750.000 per gram.
Kenaikan harga emas ini menegaskan posisi emas sebagai aset aman di tengah ketidakpastian global. Namun, warga Aceh perlu waspada terhadap dampak ekonomi yang mungkin timbul dari kenaikan harga emas ini.
Kenaikan Harga Emas di Langsa
- Emas perhiasan kadar 99,5 persen naik dari Rp 9,2 juta per mayam menjadi Rp 9.250.000 per mayam.
- Emas perhiasan kadar 97 persen naik dari Rp 9 juta per mayam menjadi Rp 9.050.000 per mayam.
- Emas perhiasan kadar 70 persen masih bertahan di angka Rp 2,3 juta per mayam.
Kenaikan harga emas yang terjadi dua kali dalam sehari ini menunjukkan tingginya volatilitas pasar emas, seiring pengaruh kondisi global dan pergerakan harga emas dunia yang masih berada dalam tren penguatan.
