Timeline Aceh
ajnn.net
ajnn.net

Harga Kakao Aceh Utara Anjlok, Petani Merugi dan PHK Pekerja

3 jam yang lalu

Harga kakao kering di tingkat petani di Kabupaten Aceh Utara mengalami penurunan drastis dalam sebulan terakhir. Dari sebelumnya mencapai Rp 120 ribu per kilogram, kini hanya berkisar Rp 35 ribu per kilogram. Penurunan ini berdampak langsung pada pendapatan dan keberlanjutan usaha petani kakao di daerah tersebut.

Seorang petani kakao asal Gampong Panton, Kecamatan Nisam, Mahdi, mengaku merugi akibat turunnya harga tersebut. Ia menjelaskan bahwa penurunan harga juga diikuti dengan merosotnya hasil panen pascabanjir besar yang melanda Aceh Utara pada akhir tahun lalu. Kondisi tanah yang berubah akibat banjir diduga menyebabkan tingkat keasaman meningkat sehingga memengaruhi kualitas tanaman.

Dampak Penurunan Harga Kakao

  • Penurunan Pendapatan: Petani merugi karena pendapatan tidak sebanding dengan modal yang dikeluarkan untuk perawatan.
  • Penurunan Produksi: Hasil panen menurun drastis dari 260 kilogram per pekan menjadi 60 kilogram per pekan.
  • Pemutusan Hubungan Kerja (PHK): Mahdi terpaksa merumahkan lima pekerja dari total sebelumnya delapan orang.
  • Kualitas Tanaman Menurun: Buah dan biji kakao menjadi kecil serta banyak yang busuk akibat banjir.

Mahdi berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih kepada petani kakao, baik melalui bantuan pupuk, penyuluhan, maupun dukungan lain untuk menjaga produktivitas. Ia juga menyebutkan bahwa kebunnya yang berada di kawasan perbukitan mengalami longsor akibat tergerus air, dan banyak pohon kakao mati karena kelebihan air.

Dampak ekonomi dari penurunan harga kakao ini dirasakan langsung oleh petani dan pekerja di sektor kakao di Aceh Utara. Mereka berharap adanya intervensi dari pemerintah untuk mengatasi masalah ini dan menjaga keberlanjutan usaha kakao di daerah tersebut.

Harga Kakao Aceh Utara Anjlok, Petani Merugi dan PHK Pekerja