KembaliBerita

Harga Pinang Aceh Utara Anjlok, Petani Terkena Dampak Ganda Pasca Banjir

Ditulis oleh

ajnn.net

Tanggal

20 April 2026
Harga Pinang Aceh Utara Anjlok, Petani Terkena Dampak Ganda Pasca Banjir

Harga pinang di Aceh Utara mengalami penurunan signifikan dalam dua bulan terakhir. Dari harga awal Rp 18 ribu per kilogram, kini harga pinang kering hanya Rp 14 ribu per kilogram. Penurunan ini menambah beban petani yang sudah terkena dampak banjir besar pada November 2025 lalu.

Mahdi, seorang petani pinang di Gampong Panton, Kecamatan Nisam, mengungkapkan bahwa penurunan harga ini sangat mempengaruhi perekonomian keluarganya. Selain harga yang turun, banyak kebun pinang miliknya mati akibat kekurangan air pasca banjir. Mahdi memiliki lahan seluas satu hektare yang biasanya menghasilkan 200 kilogram pinang per panen, tetapi kini produksinya terganggu.

Dampak Banjir terhadap Kebun Pinang

  • 354,40 hektare kebun pinang di Aceh Utara rusak dan mati akibat banjir pada 25 November 2025.
  • Kecamatan Sawang mengalami kerusakan terbesar dengan 197,98 hektare kebun pinang rusak.
  • Kecamatan Langkahan dan Pirak Timu juga terdampak dengan kerusakan masing-masing 74,766 hektare dan 35,14 hektare.

Dampak Ekonomi bagi Petani

  • Penurunan harga pinang dari Rp 18 ribu menjadi Rp 14 ribu per kilogram menambah kesulitan ekonomi petani.
  • Banyak petani yang kehilangan sumber penghasilan utama akibat kerusakan kebun dan penurunan harga.
  • Kebutuhan rumah tangga yang terus naik memperburuk kondisi ekonomi petani pinang.

Tantangan dan Harapan ke Depan

  • Petani pinang di Aceh Utara menghadapi tantangan ganda: kerusakan lahan dan penurunan harga.
  • Pemulihan kebun pinang memerlukan waktu dan biaya yang tidak sedikit.
  • Dibutuhkan dukungan dari pemerintah dan pihak terkait untuk membantu petani bangkit dari krisis ini.
#Aceh#Berita#Sosial
Bagikan

Baca Sumber Asli

Ingin memverifikasi informasi lebih lanjut?

Kunjungi Website