News
Harga Sawit di Aceh Singkil Naik, Petani Gembira di Awal Ramadan
01 Februari 2026 11:37
Harga sawit di Aceh Singkil naik menjadi Rp 2.450 per kilogram, menggembirakan petani di awal Ramadan. Sawit adalah komoditas utama di Aceh Singkil, dengan lebih dari 70% penduduk bergantung pada sawit. Naiknya harga sawit berpengaruh pada perekonomian lokal.
Harga Sawit Naik
Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit naik di tingkat petani di Kabupaten Aceh Singkil. Harga naik Rp 140 dari sebelumnya Rp 2.310 per kilogram. Harga tersebut dengan catatan diantar petani kepada pengepul. Sedangkan bila pengepul menjemput ke kebun petani dikenakan ongkos angkut dan biaya bongkar muat Rp 50 per kilogram sehingga harganya jadi Rp 2.400 per kilogram.
Dampak pada Petani
Naiknya harga sawit terhitung sejak 31 Januari 2026. "Harga naik mohon jaga kualitas buah," kata Anto pengepul sawit UD Ram Alwi Hutabarat di kawasan Gosong Telaga Barat, Kecamatan Singkil Utara, Kabupaten Aceh Singkil, Minggu (1/2/2026).
Produksi Sawit
Naiknya harga sawit menggembirakan petani di Kabupaten Aceh Singkil. Lebih-lebih terjadi saat produksi sawit sedang trek. Trek merupakan istilah ketika produksi sawit turun. Meningkatnya harga sawit juga menggembirakan petani lantaran sebentar lagi bukan puasa saat kebutuhan meningkat.
Komoditas Unggulan
Sawit merupakan komoditas unggulan Kabupaten Aceh Singkil. Lebih dari 70 persen penduduk di daerah itu mengandalkan hidup dari sawit. Kabupaten Aceh Singkil, juga menempati urutan nomor 2 luas kebun sawit di Aceh. Rincinya luas perkebunan kelapa sawit milik perusahaan pemegang hak guna usaha (HGU) 44.483,12 Ha. Sementara luas kebun sawit rakyat mencapai 31.351 Ha. Sehingga naik turunnya harga sawit berpengaruh pada perputaran perekonomian di kabupaten dengan slogan Sekata Sepakat tersebut.
