Kembaliekonomi

Petani Sawit Aceh Tamiang Khawatir Harga Turun Drastis","PublicImpact":90,"Credibility":85,"Urgency":70,"Evidence":80,"LongTermValue":65,"Education":60,"FinalScore":81,"Summary":"Harga tandan buah seg

Penulis

serambinews.com

Tanggal

31 Mei 2026

Petani Sawit Aceh Tamiang Khawatir Harga Turun Drastis","PublicImpact":90,"Credibility":85,"Urgency":70,"Evidence":80,"LongTermValue":65,"Education":60,"FinalScore":81,"Summary":"Harga tandan buah seg

Harga TBS kelapa sawit di Aceh Tamiang turun drastis dari Rp3.300 menjadi Rp2.120 per kilogram pada level petani, menurut data Dinas Pertanian tanggal 29 Mei 2026.

Penurunan lebih dari Rp1.000 per kg memengaruhi pendapatan petani, yang mengeluh hasil panen tidak lagi menutup biaya produksi seperti pupuk, panen, dan angkutan.

Dampak Ekonomi dan Sosial bagi Petani

  • Rp2.120 per kilogram adalah harga TBS yang diterima petani, jauh di bawah biaya produksi yang tetap tinggi.
  • Beberapa PKS setempat membeli sawit antara Rp2.380 hingga Rp2.750 per kg, menciptakan selisih hingga Rp630 per kg.
  • Petani dengan lahan dua hektar kini hanya menghasilkan sekitar Rp2 juta per bulan, menurut pernyataan El Mahdi.
  • Selisih harga antara tingkat petani dan pengumpul mencapai Rp200 per kg (Rp2.120 vs Rp2.320).
  • Kebanyakan petani mengakhiri bahwa keberlanjutan usaha perkebunan rakyat terancam jika harga tidak pulih.
  • Pemerintah Aceh Tamiang diminta bekerja sama dengan industri untuk menstabilkan harga sawit.
Verifikasi Konten

Baca Artikel di Sumber Asli

Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.

Kunjungi Website

Diskusi Hangat

0 Kontribusi Komunitas

Suara Anda Sangat Berarti

Jadilah pionir dalam diskusi ini.