News
Harga Sawit Aceh Singkil Tembus Rp 2.700 per Kg, Petani Diminta Jaga Kualitas
10 jam yang lalu
Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani Kabupaten Aceh Singkil melonjak menjadi Rp 2.700 per kilogram (kg). Kenaikan ini terjadi pada Selasa (14/4/2026), naik Rp 250 dari pekan sebelumnya yang masih berkisar di Rp 2.550 per kg. Peningkatan harga ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani sawit di daerah tersebut.
Sawit merupakan komoditas andalan di Aceh Singkil, di mana hampir 70% penduduk menggantungkan hidup dari sektor ini. Mulai dari pemilik kebun, buruh panen, penyedia transportasi, hingga pengepul, semua terlibat dalam rantai pasok sawit. Oleh karena itu, fluktuasi harga sawit memiliki dampak langsung pada perputaran perekonomian di kabupaten yang dikenal dengan slogan "Sekata Sepakat" tersebut.
Dampak Kenaikan Harga Sawit
- Harga TBS sawit di tingkat petani mencapai Rp 2.700 per kg, sementara harga jemput berada di Rp 2.650 per kg.
- Petani diimbau untuk menjaga kualitas buah dengan hanya memanen TBS yang matang sempurna. Buah mengkal atau mentah tidak diterima oleh pengepul.
- Luas perkebunan kelapa sawit di Aceh Singkil mencapai 75.834,12 hektare, terdiri dari 44.483,12 hektare milik perusahaan pemegang hak guna usaha (HGU) dan 31.351 hektare milik rakyat.
- Sawit menjadi tulang punggung ekonomi lokal, mempengaruhi pendapatan dan kesejahteraan mayoritas penduduk.
Dengan kenaikan harga ini, diharapkan petani dapat meningkatkan kualitas panen mereka untuk memaksimalkan keuntungan. Namun, petani juga perlu waspada terhadap fluktuasi harga yang dapat terjadi di masa depan.
