News
Hilal Ramadhan 1447 H Tidak Terlihat, Puasa Dimulai 19 Februari 2026 di Aceh
18 Februari 2026 10:35
Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Aceh memastikan bahwa 1 Ramadhan 1447 Hijriah atau 2026 Masehi jatuh pada Kamis (19/2/2026). Hal ini berdasarkan hasil pemantauan langsung di Gedung Observatorium Tgk. Chiek Kuta Karang, Lhoknga, Aceh Besar, pada Selasa (17/2/2026).
Kakanwil Kemenag Aceh, Azhari, menyatakan bahwa posisi hilal pada 29 Sya’ban 1447 H masih berada di bawah ufuk (horizon), sehingga tidak mungkin diamati. Kondisi ini berlaku untuk seluruh Indonesia, dari Aceh hingga Papua.
Detail Pemantauan Hilal
- Matahari terbenam pada pukul 18.52 WIB dengan azimut 258 derajat.
- Bulan terbenam lebih dahulu pada pukul 18.48 WIB dengan azimut 257 derajat.
- Posisi hilal di Observatorium Tgk. Chiek Kuta Karang berada pada minus 0,97 derajat di bawah ufuk dengan elongasi 0,93 derajat.
Imbauan untuk Masyarakat
- Masyarakat diimbau untuk menjaga persatuan dalam menjalankan ibadah puasa.
- Hindari perbedaan pendapat (khilafiyah) yang kerap muncul setiap penetapan awal Ramadhan.
- Lebih baik mengikuti pengumuman dari pemerintah untuk menghindari kebingungan.
Dengan posisi hilal yang tidak terlihat, bulan Sya’ban 1447 H harus diistikmalkan menjadi 30 hari, sehingga 1 Ramadan 1447 H jatuh pada 19 Februari 2026.
