News
20 Jembatan Permanen dan 68 Titik Longsoran Akan Dibangun di Aceh
21 Januari 2026 15:50
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) akan membangun 20 jembatan permanen dan menangani 68 titik longsoran di seluruh Provinsi Aceh. Proyek ini direncanakan berlangsung dari Januari hingga Juni 2026, dengan tujuan utama memulihkan konektivitas dan aktivitas masyarakat pasca bencana alam.
Anggota Komisi V DPR RI, H Ruslan M. Daud (HRD), mengapresiasi langkah cepat Kementerian PU dalam menangani kerusakan infrastruktur akibat banjir dan bencana. Ia menekankan bahwa pembangunan ini tidak hanya bersifat darurat, tetapi juga dirancang untuk solusi permanen.
Rencana Pembangunan
- 20 jembatan permanen akan dibangun di berbagai wilayah Aceh.
- 68 titik longsoran akan ditangani, terutama di jalur lintas timur, tengah, barat, selatan, dan penghubung antarwilayah.
- Jembatan sementara (Bailey) akan diganti dengan jembatan permanen, termasuk jembatan kembar di Kabupaten Bireuen.
Dampak dan Manfaat
- Meningkatkan konektivitas antarwilayah di Aceh.
- Memulihkan ekonomi daerah dengan memperlancar arus transportasi.
- Meningkatkan akses layanan publik bagi masyarakat.
- Membangun fondasi kuat untuk pembangunan Aceh yang berkelanjutan.
Lokasi Strategis
Groundbreaking pembangunan jembatan permanen dipusatkan di Kabupaten Bireuen, tepatnya di Kecamatan Kutablang. Lokasi ini dipilih karena merupakan jalur lintas timur Aceh yang menghubungkan Aceh dengan Sumatera Utara.
Sinergi Pemerintah
HRD mengapresiasi kolaborasi antara DPR RI dan Kementerian PU, yang dinilai penting untuk memastikan kebijakan dan penganggaran sejalan dengan kebutuhan nyata di lapangan. Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa seluruh pembangunan jembatan permanen dirancang dengan standar ketahanan tinggi terhadap banjir dan bencana.
Proyek ini diharapkan dapat menjadi solusi permanen untuk memulihkan infrastruktur Aceh dan mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Jembatan Kembar di Bireuen
- Jembatan Kutablang (Krueng Tingkeum) dan Jembatan Teupin Mane akan dibangun dalam bentuk duplikasi atau jembatan kembar.
- Konsep ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas lalu lintas dan keselamatan pengguna jalan.
Waktu Pelaksanaan
- Proyek akan dilaksanakan secara bertahap mulai Januari hingga Juni 2026.
- Tahapan ini dirancang agar konektivitas wilayah dapat pulih secepat mungkin sembari memastikan kualitas pekerjaan tetap terjaga.
