News
Hujan Padamkan Karhutla di Nagan Raya, Aceh Jaya Siap Hadapi Bencana
30 Januari 2026 09:07
Hujan yang menguyur dalam dua hari terakhir membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Nagan Raya, tepatnya di Desa Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir dengan luas 1,5 hektare. Meski sudah padam, tim BPBD Nagan Raya tetap memantau perkembangan titik lahan gambut yang terbakar. Sebelum hujan turun, sudah beberapa pekan terakhir wilayah Nagan Raya dilanda musim kemarau yang memicu terjadinya karhutla.
Tim Pusdalops BPBD Nagan Raya, Agus Salim saat dikonfirmasi Serambi, Kamis (29/1/2026) mengatakan bahwa kebakaran lahan di Suak Puntong sudah padam. "Selain dilakukan penyiraman, juga dibantu dengan hujan yang turun. Kita harapkan hujan terus turun sehingga tidak lagi kebakaran lahan," harapnya.
Dampak Kekeringan
Dampak dari kekeringan juga menyebabkan tanaman dan pohon sepanjang median jalan Simpang Peut hingga Ujong Patihah ikut mati.
Apel Kesiapsiagaan di Aceh Jaya
Terpisah, Bupati Aceh Jaya, Safwandi memimpin apel kesiapsiagaan karhutla tahun 2026 yang berlangsung di halaman kantor bupati setempat pada Kamis (29/1/2026). Apel ini diikuti Sekda, unsur forkopimda, TNI–Polri, instansi vertikal, para kepala SKPK, camat, relawan kebencanaan, serta unsur terkait lainnya.
Safwandi dalam laporannya menyampaikan apel ini dilakukan sebagai langkah memperkuat kesiapan lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana karhutla di wilayah Aceh Jaya. Sebab Kabupaten Aceh Jaya termasuk daerah yang rentan mengalami karhutla. Oleh karena itu, seluruh unsur pemerintah, aparat keamanan, relawan, dan masyarakat dituntut untuk selalu siaga, solid, dan bersatu dalam upaya pencegahan serta penanggulangan bencana.
Shalat Istisqa di Aceh Barat
Sementara Pemkab Aceh Barat bersama Forkopimda dan masyarakat melaksanakan shalat Istisqa atau shalat minta hujan yang dipusatkan di halaman Masjid Agung Baitul Makmur, Meulaboh pada Rabu (28/1/2026). Shalat Istisqa diimami Tgk Habiburrahman A Hafiz. Sementara Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Barat, Tgk H Mahdi Kari Us, bertindak sebagai khatib.
Wakil Bupati Aceh Barat, Said Fadheil SH mengatakan bahwa pelaksanaan Shalat Istisqa merupakan tindak lanjut dari instruksi Bupati Aceh Barat. Shalat serupa juga dilaksanakan di tingkat kecamatan.
Kendala Pemadaman Karhutla
Berdasarkan data terakhir, tim gabungan telah berhasil memadamkan sekitar 15 hektare lahan dari total lebih dari 20 hektare area yang terbakar. Meski demikian, upaya pemadaman masih menghadapi berbagai kendala, terutama keterbatasan peralatan, kondisi cuaca yang sangat panas, serta sulitnya mendapatkan sumber air akibat kemarau yang berkepanjangan.
"Angin yang cukup kencang juga menjadi kendala di lapangan, api cepat menyebar dan menyulitkan petugas. Air di sejumlah titik sudah mengering, sehingga menyulitkan proses pemadaman," jelasnya.
Terkait upaya modifikasi cuaca, Said Fadheil menyebutkan Pemkab Aceh Barat telah menyurati Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Namun, modifikasi cuaca belum dapat dilakukan karena salah satu syaratnya adalah ketersediaan awan.
"Kondisi saat ini sudah sekitar 10 hari tidak ada awan, cuaca sangat terik, sehingga modifikasi cuaca belum memungkinkan untuk dilakukan," katanya.
Dalam kesempatan itu, Said Fadheil juga mengimbau masyarakat agar menggunakan masker guna menghindari gangguan kesehatan seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
