News
Hunian Hotel Sabang Anjlok, Pendapatan Pelaku Usaha Menyusut Drastis
21 Januari 2026 18:41
Tingkat hunian kamar hotel di Kota Sabang menurun tajam sejak libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) hingga pertengahan Januari 2026. Kondisi ini berdampak langsung terhadap pendapatan pelaku usaha perhotelan dan mencerminkan melemahnya pergerakan wisatawan di awal tahun.
Beberapa hotel melaporkan okupansi kamar turun signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Bahkan, sebagian besar penginapan kini hanya mengandalkan tamu lokal dengan jumlah yang sangat terbatas.
Dampak pada Pelaku Usaha
-
Hotel Z House: Tingkat hunian kamar menurun drastis sejak menjelang Natal hingga pertengahan Januari. Wisatawan dari luar Aceh hampir tidak terlihat. Omzet harian yang biasanya mencapai Rp3 juta hingga Rp4 juta, kini hanya berkisar Rp200 ribu hingga Rp300 ribu per kamar.
-
Hotel Montana Sabang: Tingkat hunian kamar sejak awal Januari 2026 sangat rendah, bahkan banyak pemesanan yang dibatalkan. Pada periode normal, hotel mampu mencatat omzet kotor hingga Rp60 juta per bulan. Namun, memasuki awal 2026, tingkat hunian kamar belum mencapai 50 persen.
Harapan Pelaku Usaha
Pelaku usaha berharap adanya langkah konkret dari pemerintah dan pemangku kepentingan terkait untuk mendorong kembali kunjungan wisatawan. Hal ini diharapkan dapat memulihkan roda ekonomi sektor pariwisata di Sabang.
Penurunan okupansi ini menjadi indikasi melemahnya sektor pariwisata Sabang pada awal tahun. Diharapkan dengan adanya intervensi dari pemerintah, kondisi ini dapat segera membaik dan mendorong pemulihan ekonomi di sektor pariwisata.
Data Penting
- Tingkat hunian kamar: Menurun drastis sejak menjelang Natal hingga pertengahan Januari.
- Omzet harian: Menurun dari Rp3 juta hingga Rp4 juta menjadi Rp200 ribu hingga Rp300 ribu per kamar.
- Omzet bulanan: Menurun dari Rp60 juta per bulan menjadi belum mencapai 50 persen.
- Wisatawan dari luar Aceh: Hampir tidak terlihat.
- Pemesanan dibatalkan: Banyak pemesanan yang dibatalkan sejak awal Januari 2026.
