News
Huntara Bener Meriah Targetkan Tepat Waktu Sebelum Ramadhan untuk 914 Keluarga Pengungsi
21 Januari 2026 19:11
Pemerintah Kabupaten Bener Meriah berupaya menyelesaikan pembangunan 914 unit hunian sementara (huntara) sebelum awal Ramadhan. Huntara ini ditujukan bagi pengungsi yang masih tinggal di tenda akibat banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah tersebut. Pembangunan tersebar di 35 titik di tujuh kecamatan, dengan fokus pemulihan sarana dan prasarana, terutama sekolah.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bener Meriah, Ilham Abdi, menyatakan bahwa pembangunan huntara terus berproses dan ditargetkan selesai tepat waktu. Selain pembangunan huntara, pemerintah juga terus mendistribusikan logistik untuk warga yang terdampak bencana.
Upaya Pemulihan Pasca Bencana
- 914 unit huntara sedang dibangun untuk pengungsi yang masih berada di tenda.
- Pembangunan tersebar di 35 titik di tujuh kecamatan di Bener Meriah.
- Pemulihan sarana dan prasarana, terutama sekolah, menjadi prioritas.
- Distribusi logistik terus dilakukan untuk warga yang mengungsi.
Koordinasi Pemerintah
Pemerintah setempat bekerja sama dengan pemerintah provinsi dan pusat untuk memastikan pemulihan berjalan optimal. Upaya ini diharapkan dapat mengurangi beban pengungsi dan mempercepat pemulihan pasca bencana di Bener Meriah.
Dampak Jangka Panjang
Huntara ini diharapkan dapat memberikan solusi sementara bagi pengungsi, sambil menunggu pembangunan permanen. Pemulihan sarana pendidikan juga menjadi fokus untuk memastikan anak-anak dapat kembali belajar dengan nyaman dan aman.
Nilai Edukasi
Proses pemulihan pasca bencana di Bener Meriah menunjukkan pentingnya koordinasi antar pemerintah dan dukungan logistik yang berkelanjutan. Hal ini menjadi pelajaran berharga bagi daerah lain dalam menghadapi bencana serupa.
Dengan target penyelesaian sebelum awal Ramadhan, diharapkan pengungsi dapat merayakan bulan suci dengan lebih tenang dan nyaman di huntara yang disediakan pemerintah.
Fakta Penting
- 914 unit huntara sedang dibangun.
- Pembangunan tersebar di 35 titik di tujuh kecamatan.
- Pemulihan sarana pendidikan menjadi prioritas.
- Distribusi logistik terus dilakukan untuk warga yang mengungsi.
