News
Huntara Wajib Rampung Sebelum Ramadhan, Menunggu Terlalu Lama Picu Masalah Baru
28 Januari 2026 10:04
Ketidakpastian Hunian Sementara Memperberat Beban Psikologis Penyintas Banjir Bandang
Ketidakpastian hunian sementara kian memperberat beban psikologis penyintas banjir bandang, terutama menjelang Ramadhan. Hari kedua liputan khusus ini menyoroti urgensi rasa aman sebagai kebutuhan mendesak.
Urgensi Huntara Sebagai Jembatan Keselamatan
Penanganan banjir dan tanah longsor di Aceh dinilai tidak boleh terjebak pada penantian panjang pembangunan hunian tetap (huntap). Keterlambatan pengambilan keputusan strategis, khususnya terkait penyediaan hunian sementara (huntara), berpotensi melahirkan persoalan baru yang lebih kompleks, mulai dari tekanan psikologis hingga kerentanan sosial di tengah masyarakat terdampak.
- Prof. Ahmad Humam Hamid, Guru Besar Universitas Syiah Kuala, menegaskan bahwa huntara merupakan solusi jangka pendek yang paling realistis dan aman.
- Huntara tidak boleh dipahami sebagai pengganti huntap, melainkan jembatan keselamatan dan kenyamanan sementara.
- Keberadaan huntara memungkinkan penyintas segera keluar dari situasi darurat, terhindar dari cuaca ekstrem, risiko penyakit, serta tekanan psikologis akibat tinggal terlalu lama di tenda pengungsian.
Dampak Sosial dan Kesehatan Mental
Dari sisi kesehatan mental, Yulia Direzkia, Psikolog Klinis di RSUD Zainoel Abidin, menegaskan bahwa hilangnya rasa aman pascabencana berdampak serius terhadap kondisi psikologis penyintas, khususnya anak-anak.
- Anak-anak yang ketika hujan turun langsung merasa takut dan cemas banjir akan datang lagi.
- Banjir memiliki karakter berbeda dengan tsunami yang terjadi sekali lalu berakhir. Potensi banjir berulang menimbulkan rasa waswas berkepanjangan.
- Huntara yang lebih kokoh dibandingkan tenda berperan penting memulihkan rasa aman penyintas.
Urgensi Huntara Menjelang Ramadhan
Urgensi huntara juga menguat menjelang bulan suci Ramadhan. Prof. Mujiburrahman, Rektor UIN Ar-Raniry, menegaskan bahwa huntara merupakan tahapan krusial sebelum terwujudnya huntap.
- Huntara adalah jembatan kemanusiaan, bukan pengganti huntap.
- Tanpa huntara, risiko kerentanan sosial, kesehatan, dan psikologis masyarakat terdampak akan semakin besar.
- Penyelesaian huntara sebelum Ramadhan adalah keharusan moral dan kemanusiaan.
Desakan dari Parlemen
Desakan serupa datang dari parlemen. Satuan Tugas Pemulihan Pascabencana (Galapana) DPR RI meminta kepala daerah bertindak cepat menuntaskan huntara sebelum Ramadhan. TA Khalid, Koordinator Galapana DPR RI, menegaskan penyediaan huntara merupakan prioritas utama agar warga tidak menjalani ibadah puasa di tenda darurat.
- Huntara adalah salah satu dari empat agenda advokasi utama yang terus kami kawal secara serius.
- Penyediaan huntara diperlukan agar warga tidak menjalani ibadah puasa di tenda darurat.
