News
Serambi Indonesia Rayakan 37 Tahun, Komitmen Jurnalisme di Tengah Disrupsi Digital
09 Februari 2026 12:57
Serambi Indonesia merayakan ulang tahun ke-37 pada Senin (9/2/2026). Dalam perjalanan panjangnya, media ini telah melewati berbagai perubahan zaman dan disrupsi digital, tetap berdiri sebagai tumpuan kehidupan bersama masyarakat Aceh.
Pemimpin Umum Serambi Indonesia, Sjamsul Kahar, menyebut usia 37 tahun sebagai perjalanan yang luar biasa. Ia mengajak seluruh keluarga besar Serambi untuk senantiasa bersyukur kepada Allah SWT, karena hingga kini Serambi masih dapat bernafas dengan kuat.
Komitmen Jurnalisme
- Serambi Indonesia telah melewati pergantian generasi demi generasi dengan tetap berdiri tegak sebagai tumpuan kehidupan bersama.
- Meski banyak perusahaan media terpaksa gulung tikar akibat perubahan zaman, Serambi masih diingat dan dirasakan kehadirannya.
- Sjamsul Kahar optimistis, generasi muda Serambi akan membawa media ini menuju masa depan yang lebih cerah.
- Serambi Indonesia masih menjadi rujukan masyarakat dalam memperoleh informasi yang akurat, baik melalui platform digital maupun edisi cetak.
Perubahan dan Penyesuaian
- Sekitar 80 persen konten Serambi sudah digital dan 20 persen masih dicetak.
- Tingkat kepercayaan pembaca masih sangat kuat pada edisi cetak.
- Serambi Indonesia tetap menjadi rujukan utama masyarakat Aceh dalam mengakses informasi yang kredibel.
- Serambi harus tetap solid dan bersemangat menghadapi disrupsi digital.
Sejarah dan Ketangguhan
- Serambi Indonesia dirintis sejak akhir 1988 oleh Sjamsul Kahar bersama M Nourhalidyn.
- Media ini terbit pertama kali pada 1989 dengan oplah sekitar 3.000 hingga 4.000 eksemplar.
- Serambi pernah mencapai 30.000 hingga 35.000 eksemplar, bahkan di masa krisis ekonomi.
- Serambi tetap bertahan di tengah konflik Aceh dan tekanan berbagai pihak.
- Puncak ujian berat terjadi saat tsunami Aceh 2004, yang merenggut nyawa sekitar 60 karyawan Serambi.
Serambi Indonesia merayakan 37 tahun hadir, menjadi bukti ketangguhan dan dedikasi seluruh insan Serambi dalam menjaga marwah jurnalisme.
