News
Apoteker Aceh Bantu Pemulihan Mental Anak Korban Banjir di Tamiang dan Aceh Timur
20 Januari 2026 21:33
Banjir yang melanda beberapa daerah di Aceh Tamiang dan Aceh Timur meninggalkan dampak yang mendalam, terutama bagi anak-anak. Untuk membantu pemulihan, Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (PD IAI) Aceh bekerja sama dengan Apoteker Tanggap Bencana PP IAI, Rumah Amal Masjid Jamik USK, dan Ikatan Alumni Kedokteran Universitas Malikussaleh (Unimal) menyelenggarakan aksi tanggap darurat sejak 15 Januari hingga 18 Januari 2026.
Aksi kemanusiaan ini menyasar empat desa terdampak, yaitu Desa Sekumur dan Pematang Durian di Kecamatan Sekerak, Aceh Tamiang, serta Desa Batu Sumbang dan Desa Rantau Panjang di Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur. Bantuan yang disalurkan meliputi peralatan sekolah, sembako, makanan instan, pakaian layak pakai, dan layanan kesehatan gratis untuk menangani penyakit pascabanjir seperti ISPA, diare, tifoid, infeksi kulit, dan demam berdarah dengue (DBD).
Pemulihan Mental Anak Korban Banjir
Salah satu fokus utama dari aksi ini adalah pemulihan psikologis anak-anak. Tim yang dipimpin oleh Apoteker Tati Rahmawati menyelenggarakan sesi trauma healing melalui berbagai kegiatan edukatif, seperti permainan, menyanyi bersama, menggambar, dan kegiatan kelompok yang dipandu oleh relawan. Tujuannya adalah untuk mengembalikan keceriaan anak-anak, mengurangi kecemasan, dan membantu mereka memproses pengalaman traumatis akibat banjir secara sehat.
Dampak dan Harapan
- Bantuan logistik meliputi peralatan sekolah, sembako, makanan instan, dan pakaian layak pakai.
- Layanan kesehatan gratis untuk menangani penyakit pascabanjir seperti ISPA, diare, tifoid, infeksi kulit, dan DBD.
- Sesi trauma healing untuk pemulihan mental anak-anak melalui kegiatan edukatif.
- Harapan agar bantuan ini tidak hanya meringankan beban sesaat, tetapi juga menjadi bagian dari proses pemulihan kesehatan, martabat, dan harapan masyarakat pascabanjir.
Ketua PD IAI Aceh, Apoteker Tedy Kurniawan Bakri MFarm, menyatakan bahwa aksi ini merupakan wujud nyata kehadiran profesi apoteker di tengah krisis. "Kami berharap bantuan ini tidak hanya meringankan beban sesaat, tetapi juga menjadi bagian dari proses pemulihan kesehatan, martabat, dan harapan masyarakat pascabanjir," ujarnya.
Koordinator Lapangan, Apoteker Annas, menceritakan pengalaman langsung di lapangan. Anak-anak yang awalnya malu-malu dan murung, perlahan mulai bermain dan tertawa. "Ini menunjukkan bahwa pemulihan jiwa sama pentingnya dengan pemulihan fisik," pungkasnya.
