News
IKADI Aceh Kirim 230 Dai ke Pengungsian Banjir untuk Perkuat Mental Warga
26 Januari 2026 11:46
Banjir yang melanda 11 kabupaten/kota di Aceh tidak hanya merusak rumah dan fasilitas umum, tetapi juga mengguncang ketahanan mental dan spiritual masyarakat. Untuk mengatasi hal ini, Pengurus Wilayah Ikatan Dai Indonesia (PW IKADI) Aceh menggelar program Tebar Dai yang melibatkan 230 dai dan mubaligh.
Program ini bertujuan untuk memberikan dukungan spiritual dan bantuan langsung kepada warga yang terdampak bencana, terutama menjelang bulan Ramadhan.
Kegiatan Utama Program Tebar Dai
- Ceramah Agama: Dai kondang seperti Ustaz Faizal Adriansyah dan Ustaz Husni Suardi memberikan ceramah ba'da zuhur, asar, dan magrib di masjid dan tenda pengungsian.
- Pengajian untuk Ibu-Ibu: Kegiatan ini fokus pada peran ibu sebagai madrasatul ula bagi anak-anak dan ketahanan keluarga.
- Kegiatan Gembira untuk Anak-Anak: Diadakan di tenda pengungsian Desa Sukajadi dan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Sementoh.
- Bantuan Langsung: Terdiri dari ambal shalat, mukena, kain sarung, baju koko, Al-Quran, selimut, kelambu, dan paket makanan anak-anak.
Dampak dan Harapan
Program Tebar Dai diharapkan dapat memperkuat semangat ibadah dan ketahanan mental masyarakat Aceh yang terdampak banjir. Dengan dukungan dari Kemenag dan Dinas Syariat Islam Aceh Tamiang, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pencerahan agama Islam di tengah masyarakat yang dilanda musibah.
Salah satu dai, Ustaz Faizal Adriansyah, menekankan pentingnya ridha kepada Allah dan memperkuat ibadah shalat untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Sementara itu, Ustaz Husni Suardi menyoroti peran penting ibu dalam membentuk ketahanan keluarga.
Program ini akan dilanjutkan di kabupaten/kota lainnya setelah selesai di Aceh Tamiang. Dengan demikian, diharapkan masyarakat Aceh dapat menghadapi bulan Ramadhan dengan semangat yang lebih kuat dan optimis.
Bantuan yang disalurkan:
- Ambal shalat, mukena, kain sarung, baju koko, Al-Quran
- Selimut, kelambu, paket makanan anak-anak
Dengan adanya program ini, diharapkan masyarakat Aceh dapat pulih dari dampak banjir dan menghadapi masa depan dengan lebih baik.
