Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal, mendeklarasikan Banda Aceh sebagai kota parfum kedua dunia setelah Grasse, Prancis. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas nilam Aceh, yang selama ini hanya dijual sebagai bahan mentah dengan harga fluktuatif.
Pemerintah Kota Banda Aceh telah menyusun peta jalan hingga 2030 untuk mengembangkan ekosistem parfum berbasis nilam. Salah satu rencana konkret adalah revitalisasi pusat Industri Kecil Menengah (IKM) di Ulee Lheue dan penyediaan fasilitas laboratorium parfum untuk mendukung riset dan produksi.
Upaya Penguatan Ekosistem Parfum
- Kolaborasi dengan Universitas Syiah Kuala (USK): Melalui Atsiri Research Center (ARC), USK mendukung riset dan inovasi dalam pengembangan parfum berbasis nilam.
- Dukungan Internasional: International Labour Organization (ILO) dan World Craft Council turut terlibat dalam penguatan sektor atsiri di Aceh.
- Promosi Nasional: Pemerintah Kota Banda Aceh mengikuti Festival Parfum Indonesia di Bandung untuk memperkenalkan potensi wewangian khas Aceh.
- Pendidikan Parfum: Rencana pengiriman lima anak Aceh untuk menempuh pendidikan parfum di Prancis dengan dukungan pembiayaan pemerintah provinsi.
Dampak dan Harapan
Dengan luas wilayah sekitar 61 kilometer persegi, Banda Aceh diharapkan dapat mengandalkan kreativitas, inovasi, dan kolaborasi sebagai penggerak utama ekonomi masyarakat. Illiza menegaskan, "Kita ingin membawa keharuman Aceh untuk Indonesia, bahkan dunia."
Nilam Aceh dikenal sebagai salah satu penghasil nilam berkualitas tinggi di dunia. Minyak nilam berfungsi sebagai fixative dalam industri parfum, yang membuat aroma lebih tahan lama dan stabil di kulit. Dengan pengembangan ekosistem parfum, diharapkan petani nilam dapat mendapatkan nilai tambah yang lebih tinggi dan stabil.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaWarga Sabang Hadapi TPA Lhok Batee Hampir Penuh, Sisa Kapasitas Satu Tahun
Persoalan sampah di Kota Sabang dinilai mulai memasuki fase yang mengkhawatirkan.
Petani sawit Aceh Tamiang terkena harga TBS turun tajam hingga Rp2.120/kg
Dalam hitungan pekan, harga yang sebelumnya sempat menyentuh kisaran Rp3.300 per kilogram kini merosot tajam menjadi hanya Rp2.120 per
Petani Bireuen Tenang, Air Pump Dibangun untuk Sawah","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":70,"Evidence":80,"LongTermValue":80,"Education":70,"FinalScore":79,"Summary":"Kementerian PertanianRI
Kementerian Pertanian (Kementan) RI membangun 82 unit sarana air pump di Kabupaten Bireuen untuk mendukung
Warga Aceh Besar Menanti Daging Kurban dari 170 Hewan","PublicImpact":85,"Credibility":80,"Urgency":60,"Evidence":90,"LongTermValue":60,"Education":60,"FinalScore":77,"Summary":"Madrasah di Aceh Besar
Madrasah di bawah naungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar menyembelih sebanyak 170 hewan kurban pada


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.