Illiza Saaduddin Djohan, Wali Kota Banda Aceh, menekankan bahwa pelayanan publik yang dirasakan masyarakat lebih penting daripada dokumen birokrasi. Ia menyampaikan hal ini dalam pelantikan lima pejabat baru di Pemerintah Kota Banda Aceh.
Pelantikan ini bukan sekadar seremoni administratif, melainkan penegasan arah kepemimpinan dan kebijakan Pemerintah Kota ke depan. Illiza menegaskan bahwa legitimasi pejabat baru didasarkan pada proses seleksi terbuka berbasis merit, kompetensi, dan integritas.
Pentingnya Pelayanan Publik
- Illiza menekankan bahwa masyarakat menilai pemerintah dari pelayanan yang dirasakan, bukan dari dokumen yang disusun.
- Ia mengingatkan bahwa lambat berarti tertinggal di era saat ini.
- Tantangan birokrasi terletak pada konsistensi menjalankan program dan kecepatan merespons kebutuhan publik.
Kerja Lintas Sektor
- Illiza menggarisbawahi pentingnya kerja lintas sektor dengan konsep "Kota Kolaborasi".
- Ia menekankan bahwa perangkat daerah harus bekerja terpadu, bukan sendiri-sendiri.
- Kelima posisi yang diisi berada di simpul strategis, seperti komunikasi publik, investasi, perencanaan pembangunan, infrastruktur, dan perumahan.
Amanah dan Tanggung Jawab
- Illiza mengingatkan bahwa jabatan bukanlah penghargaan, melainkan amanah yang akan diuji oleh tekanan dan keterbatasan.
- Sebagai kota dengan kekhasan nilai syariat Islam, ia menekankan pentingnya kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab dalam setiap kebijakan.
- Ia menyebut bahwa pelantikan ini adalah awal dari tanggung jawab yang lebih besar.
#Aceh#Berita#Sosial
Bagikan
Baca Sumber Asli
Ingin memverifikasi informasi lebih lanjut?

