News
Inflasi Aceh Capai 6,94 Persen, Aceh Tengah Tertinggi 8,44 Persen
4 jam yang lalu
Inflasi tahunan (year-on-year) di Provinsi Aceh mencapai 6,94 persen pada Februari 2026, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 113,96. Angka ini meningkat dibandingkan Januari 2026 yang sebesar 6,69 persen. Kabupaten Aceh Tengah mencatat inflasi tertinggi, yaitu 8,44 persen, sementara Aceh Tamiang memiliki inflasi terendah sebesar 6,34 persen.
Kenaikan inflasi didorong oleh beberapa komoditas, seperti tarif listrik yang naik 2,19 persen, emas perhiasan 0,99 persen, dan beras 0,85 persen. Kelompok pengeluaran yang mengalami lonjakan tertinggi adalah perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga dengan 16,98 persen, serta perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 18,43 persen. Sementara itu, kelompok pendidikan mengalami penurunan indeks sebesar 0,08 persen.
Faktor Penyebab Inflasi
- Listrik: Kenaikan tarif listrik sebesar 2,19 persen.
- Emas perhiasan: Harga emas naik 0,99 persen.
- Beras: Kenaikan harga beras sebesar 0,85 persen.
- Nasi dengan lauk: Naik 0,44 persen.
- Daging ayam ras: Kenaikan sebesar 0,24 persen.
Deflasi Bulanan
Meskipun inflasi tahunan meningkat, secara bulanan (month-to-month) Aceh mengalami deflasi sebesar 0,24 persen. Beberapa komoditas yang memengaruhi deflasi bulanan antara lain bawang merah, cabai rawit, bahan bakar rumah tangga, telur ayam ras, dan ikan tongkol.
