News
Kepemimpinan Tenang Nasir Syamaun vs Arogansi Zulfadli di Aceh
03 Februari 2026 12:59
Kepemimpinan Tenang Nasir Syamaun vs Arogansi Zulfadli di Aceh
Artikel ini membahas kontras kepemimpinan antara Sekda Aceh Nasir Syamaun dan Ketua DPR Aceh Zulfadli. Nasir digambarkan sebagai pemimpin tenang dan mendengar, sementara Zulfadli dianggap arogansi dan kurang menghargai pihak lain. Artikel ini juga mengungkapkan dukungan penulis terhadap Nasir dalam konteks politik Aceh saat ini.
Kontras Kepemimpinan
- Nasir Syamaun: Pemimpin tenang, mendengar, dan sadar batas. Bekerja dalam rel birokrasi, menyerap tekanan tanpa banyak simbol.
- Zulfadli: Arogansi, kurang menghargai pihak lain, dan kerap lupa bahwa legitimasi sosial tidak dibangun dari suara keras.
Dukungan Penulis
Penulis mendukung Nasir Syamaun sebagai figur kepemimpinan yang tenang, mendengar, dan sadar batas. Dalam situasi dan kondisi Aceh hari ini (pascabanjir), bukan pilihan popular memang, tetapi justru itulah yang paling dibutuhkan rakyat.
Harapan untuk Aceh
Penulis berharap pasangan Mualem-Dek Fad bisa fokus untuk menahkodai Aceh menuju arah lebih baik, terutama dalam tahun pertama Aceh dilanda bencana banjir dan tanah longsor di 18 kabupaten serta kota.
Kepemimpinan yang Dibutuhkan
Aceh tidaklah kekurangan figur yang merasa berkuasa, pandai memberi perintah, mengambil panggung, dan mengklaim otoritas. Yang langka justru pemimpin yang mampu merasa, empati terhadap penderitaan rakyat, mendengar sebelum memutuskan, dan hadir bukan hanya saat seremoni. Lebih langka lagi, pemimpin yang berani bertanggung jawab, tidak lari dari masalah, saling lempar kesalahan, dan siap menanggung konsekuensi dari kebijakan yang diambil.
