News
10 Titik Tebing Sungai dan Jalan di Pidie Usulkan Rehabilitasi Pasca Banjir
30 Januari 2026 06:51
Musibah banjir yang melanda Aceh pada akhir November 2025 masih menyisakan rasa trauma mendalam bagi korban. Selain itu, dampak banjir tersebut juga menyebabkan kerusakan infrastruktur di sejumlah lokasi.
Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Pidie telah mengajukan usulan rehabilitasi tebing sungai dan jalan terdampak bencana. Plh Kepala Dinas PUPR Pidie, Muntahar, mengatakan bahwa tebing sungai di sejumlah titik kritis tergerus, sementara beberapa ruas jalan penghubung antar-gampong rusak dan berlubang, mengancam akses dan keselamatan warga.
10 Titik Tebing Sungai dan Jalan Usulkan Rehabilitasi
- Ada 10 titik tebing sungai kritis yang diajukan untuk direhabilitasi, terutama di Krueng Baro dan Krueng Tiro, akibat erosi parah pascabanjir bandang.
- Untuk Krueng Baro, penanganan diusulkan agar ditangani oleh Balai, mencakup wilayah Kecamatan Pidie, Keumala, dan Sakti.
- Krueng Tiro meliputi kawasan Kembang Tanjong, Mutiara, hingga Tiro, yang telah diajukan ke Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I.
- PUPR Pidie juga telah mengusulkan rehabilitasi sejumlah ruas jalan yang terdampak langsung banjir bandang, seperti Bungi–Kumangan, Gampong Gajah–Lamkawe, Beureueh–Kuta Baro–Kembang Tanjong, Beureueh-en–Kembang Tanjong, serta Jojo–Simpang Empat Geumpueng.
Muntahar menambahkan bahwa pemeliharaan rutin secara swakelola dalam beberapa tahun terakhir memang tidak ada anggaran, sehingga usulan rehabilitasi ini sangat penting untuk mengurangi risiko bencana di masa depan.
