News
Mahasiswa USK Rancang AI untuk Petani Nilam, Menang Penghargaan Nasional
07 Februari 2026 19:16
Mahasiswa Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala (USK) berhasil menyabet penghargaan Best Innovation pada kategori Precision Agriculture and Digital Farming dalam ajang Fert Innovation Challenge 2025. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh PT Pupuk Indonesia (Persero) melalui Indonesia Agrichemical Research Institute (IARI).
Pengumuman penghargaan dilaksanakan dalam acara Awarding Night di Ballroom Sei Selayur, Gedung PT Pupuk Indonesia (Persero), Jakarta. Hadir langsung jajaran direksi PT Pupuk Indonesia, dewan juri ahli, serta para inovator dan pelaku industri pertanian nasional.
Inovasi AI untuk Petani Nilam
Tim yang membawa harum nama Aceh ini dipimpin oleh Ilham bersama Muhammad Faizil (Product & UI Designer) dan M. Ghailan Dhiaulhaq (Electrical Integration Specialist). Keberhasilan mereka tak lepas dari bimbingan Dosen Teknik Elektro USK, Aulia Rahman.
Team Leader, Ilham, mengatakan solusi digital untuk Petani Nilam Inovasi yang diusung oleh USK adalah sistem pemantauan dan diagnosis tanaman nilam berbasis sensor dan kecerdasan buatan (AI). Teknologi ini dirancang untuk mendeteksi dini gangguan tanaman serta kondisi tanah secara real-time.
“Riset kami berangkat dari permasalahan nyata di lapangan. Inovasi ini memberikan rekomendasi tindakan budidaya secara cepat, terukur dan presisi, sehingga petani nilam dapat mengambil keputusan berbasis data untuk meningkatkan produktivitas mereka,” kata Ilham, Sabtu, 7 Februari 2026.
Potensi dan Implementasi
Sementara Aulia Rahman selaku dosen pembimbing mengatakan prestasi ini membuktikan bahwa mahasiswa USK mampu menghasilkan teknologi terapan yang aplikatif, bukan sekadar konsep, dan memiliki potensi besar untuk diimplementasikan secara luas di sektor pertanian.
Kompetisi inovasi yang ketat Fert Innovation Challenge 2025 mengusung tema Cultivating Innovation, Achieving Food Self-Sufficiency. Sebagai kompetisi dua tahunan, ajang ini menjadi platform bagi PT Pupuk Indonesia untuk menjaring ide dan prototipe teknologi dari kalangan akademisi, peneliti, hingga startup.
“Tahun ini, persaingan berlangsung sangat ketat dengan masuknya 889 proposal inovasi dari berbagai institusi di seluruh Indonesia. Terdapat empat kategori utama yang diperlombakan: Climate Resilience, AI-Driven Innovation, Plant Engineering dan Precision Agriculture,” ucapnya.
Inovasi mahasiswa USK berpeluang untuk masuk ke tahap pengujian lapangan lebih lanjut (scaling) dan inkubasi oleh PT Pupuk Indonesia (Persero).
