News
Iran Menayangkan Daftar 7 Pejabat Israel yang Dinyatakan sebagai Sasaran
14 Februari 2026 15:32
Ketegangan Iran dan Israel kembali memanas. Sebuah saluran televisi yang dikelola pemerintah Iran, Ofogh, menayangkan daftar tujuh pejabat tinggi Israel yang disebut sebagai “sasaran,” termasuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Dalam tayangan tersebut, grafik bergambar garis bidik senapan dipasang di atas foto para pejabat yang disebutkan.
Selain Netanyahu, daftar itu mencantumkan Direktur Mossad David Barnea, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz, Kepala IDF Eyal Zamir, Kepala Angkatan Udara Tomer Bar, Kepala Direktorat Intelijen Militer Shlomi Binder, serta Kepala Direktorat Operasi Itzik Cohen.
Ancaman Langsung
Presenter program tersebut bahkan menyampaikan ancaman dalam bahasa Ibrani: “Kami akan menentukan waktu kematian Anda, tunggu Ababil,” merujuk pada drone buatan Iran yang kerap dikaitkan dengan operasi militer Teheran.
Konteks Internasional
Pernyataan bernada ancaman itu muncul di tengah negosiasi sensitif antara Teheran dan Washington terkait program nuklir Iran. Pekan lalu, diplomat kedua negara menggelar pembicaraan tidak langsung di Oman, di tengah meningkatnya tekanan dari Presiden AS Donald Trump yang mengancam tindakan keras terhadap Iran.
Tanggapan Israel
Pekan lalu, diplomat kedua negara menggelar pembicaraan tidak langsung di Oman, di tengah meningkatnya tekanan dari Presiden AS Donald Trump yang mengancam tindakan keras terhadap Iran.
Langkah Tak Biasa IDF
Di sisi lain, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengambil langkah tak biasa dengan menyerukan warga Iran untuk menghubungi badan intelijen Mossad. Pesan itu disampaikan melalui akun resmi berbahasa Persia di platform X, lengkap dengan nama pengguna akun Telegram Mossad untuk berbagi informasi secara rahasia.
Kontroversi PBB
Kontroversi lain muncul setelah Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengirim surat ucapan selamat kepada Iran dalam rangka peringatan Revolusi Islam 1979. Surat yang pertama kali dilaporkan kantor berita pemerintah Iran IRNA itu menuai kecaman dari kelompok hak asasi manusia UN Watch.
Dampak dan Implikasi
Rangkaian peristiwa ini memperlihatkan eskalasi retorika dan manuver politik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat di tengah situasi kawasan yang sudah rapuh dan berisiko memicu konflik lebih luas.
