Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Harga Minyak Melonjak, Aceh Waspadai Dampak Inflasi dan BBM Naik

3 jam yang lalu

Penutupan Selat Hormuz oleh Iran pada Sabtu (28/2/2026) menyebabkan lonjakan harga minyak mentah Brent hingga 81,5 dolar AS per barel atau sekitar Rp 1,375 juta. Dampak langsungnya adalah gangguan pasokan minyak global, yang berpotensi meningkatkan inflasi dan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia, termasuk Aceh.

Selat Hormuz adalah jalur strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab. Sekitar 20 persen konsumsi minyak dunia atau 20 juta barrel per hari melewati selat ini. Penutupan jalur ini menyebabkan harga minyak melonjak tajam dan mengganggu pasokan gas alam cair (LNG) global.

Dampak Penutupan Selat Hormuz

  • Lonjakan Harga Minyak: Harga minyak mentah Brent melonjak menjadi 80–81,5 dolar AS per barel, dengan potensi mencapai 100 dolar AS per barel jika konflik berlanjut.
  • Gangguan Pasokan LNG: Penghentian produksi di beberapa fasilitas Timur Tengah, seperti QatarEnergy dan Ras Tanura Aramco Arab Saudi, memperparah gangguan pasokan.
  • Dampak Ekonomi Global: Negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Singapura, dan Hong Kong, yang mengimpor sekitar 80 persen energi dari luar negeri, akan terdampak.
  • Inflasi dan Harga BBM: Lonjakan harga minyak berpotensi meningkatkan inflasi dan harga BBM di Indonesia, termasuk Aceh, yang dapat mengurangi daya beli masyarakat.

Analis memperkirakan bahwa jika gangguan berlangsung lebih dari dua bulan, harga gas Eropa berpotensi melampaui 100 euro per megawatt hour, sementara LNG spot Asia dapat mencapai sekitar 25 dollar AS per MMBtu. Warga Aceh perlu waspada terhadap dampak ekonomi jangka panjang dari lonjakan harga minyak global.

Harga Minyak Melonjak, Aceh Waspadai Dampak Inflasi dan BBM Naik