News
90 Tukik Penyu Dilepas di Pantai Blangmee, Aceh Besar: Komitmen Pelestarian Habitat
01 Februari 2026 12:34
Kelompok Konservasi Penyu Pantai Blangmee kembali menggelar kegiatan pelepasan anak penyu (tukik) sebanyak 90 ekor di Pantai Blangmee, Kecamatan Lhoong, Aceh Besar, Jumat (30/1/2026). Kegiatan ini merupakan yang keenam kalinya dilakukan sebagai bentuk komitmen menjaga kelestarian habitat penyu di kawasan pesisir tersebut.
Ketua kelompok konservasi, Adun Munawir, menjelaskan bahwa seluruh kegiatan ini dilaksanakan secara swadaya dengan modal pribadi. Salah satu upaya yang dilakukan adalah membeli telur penyu dari masyarakat setempat, yang sebelumnya memiliki kebiasaan berburu telur penyu untuk dikonsumsi.
Tujuan dan Dampak
- Mengurangi perburuan telur penyu: Dengan membeli telur penyu dari masyarakat, kelompok konservasi berusaha mengurangi perburuan telur penyu.
- Meningkatkan kesadaran masyarakat: Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian satwa laut yang dilindungi.
- Pelestarian habitat penyu: Kegiatan konservasi ini bertujuan agar habitat penyu di Pantai Blangmee tetap lestari, sehingga generasi mendatang masih dapat menyaksikan penyu naik ke darat untuk bertelur.
Dukungan dan Partisipasi
- Dukungan aparatur desa dan masyarakat: Aparatur desa dan masyarakat sekitar turut memeriahkan acara serta memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan konservasi ini.
- Edukasi lingkungan: Kelompok konservasi juga mengundang siswa-siswi tingkat SD dan SMP untuk belajar langsung tentang pelestarian penyu dan ikut serta dalam proses pelepasan tukik ke laut lepas.
Penyu di Aceh Besar
- Penyu generasi pasca-tsunami: Penyu-penyu yang saat ini naik bertelur di Pantai Blangmee diduga merupakan generasi yang lahir pasca musibah tsunami Aceh tahun 2004.
- Kegiatan pelepasan tukik: Kegiatan pelepasan tukik berjalan lancar dengan antusiasme tinggi dari seluruh peserta.
“Alhamdulillah, acara hari ini sukses. Semoga upaya kecil ini membawa dampak besar bagi kelestarian penyu di Aceh Besar,” tutup Adun Munawir.
