Jalan nasional di kawasan Lhokseumawe, termasuk jalur dua dan jalan elak, mengalami kerusakan parah pascabanjir yang terjadi pada 26 November 2025. Kondisi ini memicu kekhawatiran masyarakat karena dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan. Lubang besar dengan kedalaman bervariasi tersebar di beberapa titik strategis, memaksa pengendara memperlambat laju kendaraan secara mendadak, berpotensi memicu kecelakaan dan kerusakan kendaraan.
Advokat dan akademisi Aceh, Dr Bukhari, MH, CM, menegaskan bahwa penyelenggara jalan wajib segera mengambil langkah perbaikan tanpa menunggu jatuhnya korban. Ia menekankan bahwa jalan lintas nasional merupakan objek vital yang berada di bawah kewenangan pemerintah pusat melalui instansi teknis terkait.
Dampak dan Tanggung Jawab
- Keselamatan Terancam: Lubang besar di jalan nasional membahayakan pengguna jalan, terutama pada jam sibuk.
- Kewajiban Hukum: Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan dan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan mewajibkan penyelenggara jalan untuk menjaga kondisi jalan agar tetap laik fungsi dan aman digunakan.
- Potensi Gugatan: Pembiaran terhadap kerusakan jalan yang telah diketahui dan berpotensi membahayakan dapat dikualifikasikan sebagai perbuatan melawan hukum oleh penguasa, dengan potensi tanggung jawab hukum, baik administratif maupun perdata.
- Akuntabilitas Fiskal: Pajak kendaraan bermotor dan kontribusi masyarakat diperuntukkan bagi pelayanan publik, termasuk perawatan infrastruktur jalan.
Perspektif Hukum Islam
- Pemeliharaan jalan merupakan bagian dari amanah kepemimpinan untuk menjaga kemaslahatan umum (maslahah ‘ammah).
- Jalan berkaitan langsung dengan perlindungan jiwa (hifz al-nafs), yang termasuk salah satu tujuan utama maqasid al-syari‘ah.
Masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret guna memperbaiki kerusakan jalan tersebut demi menjamin keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaWarga Sabang Hadapi TPA Lhok Batee Hampir Penuh, Sisa Kapasitas Satu Tahun
Persoalan sampah di Kota Sabang dinilai mulai memasuki fase yang mengkhawatirkan.
Petani sawit Aceh Tamiang terkena harga TBS turun tajam hingga Rp2.120/kg
Dalam hitungan pekan, harga yang sebelumnya sempat menyentuh kisaran Rp3.300 per kilogram kini merosot tajam menjadi hanya Rp2.120 per
Petani Bireuen Tenang, Air Pump Dibangun untuk Sawah","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":70,"Evidence":80,"LongTermValue":80,"Education":70,"FinalScore":79,"Summary":"Kementerian PertanianRI
Kementerian Pertanian (Kementan) RI membangun 82 unit sarana air pump di Kabupaten Bireuen untuk mendukung
Warga Aceh Besar Menanti Daging Kurban dari 170 Hewan","PublicImpact":85,"Credibility":80,"Urgency":60,"Evidence":90,"LongTermValue":60,"Education":60,"FinalScore":77,"Summary":"Madrasah di Aceh Besar
Madrasah di bawah naungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar menyembelih sebanyak 170 hewan kurban pada


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.