Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Dari Keluarga Sederhana, Abu Sibreh Bangun Pesantren Rujukan di Aceh Jaya

20 Februari 2026 09:51

Dari keluarga sederhana di Lamno, Aceh Jaya, Tgk H Faisal Ali, atau Abu Sibreh, menapaki jalan panjang menjadi ulama rujukan di Aceh. Ia membangun Pondok Pesantren Mahyal Ulum Al-Aziziyah dari nol, dengan fasilitas seadanya dan tujuh santri pertama. Kini, pesantren tersebut berkembang menjadi yayasan pendidikan yang menaungi lima lembaga dan unit pemberdayaan ekonomi.

Abu Sibreh menolak politik praktis dan fokus pada persatuan umat. Ia aktif dalam berbagai organisasi santri dan dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh dan Ketua DPW Nahdlatul Ulama Aceh.

Perjalanan Pendidikan dan Kepemimpinan

  • Tumbuh di keluarga non-ulama, namun kecintaannya pada ilmu agama tumbuh sejak kecil.
  • Keluar dari sekolah umum pada 1985 untuk menuntut ilmu agama di LPI MUDI Mesjid Raya Samalanga, Bireuen.
  • Aktif dalam organisasi santri, seperti Ketua Ikatan Santri Kecamatan Lamno Jaya dan Ketua Koperasi Al-Barkah Samalanga.
  • Mendirikan pesantren pada 1999 dengan fasilitas sederhana, kini berkembang menjadi yayasan pendidikan terpadu.

Prinsip dan Pesan untuk Generasi Muda

  • Menolak politik praktis, fokus pada pengabdian dan persatuan umat.
  • Memberi kebebasan kepada anak-anaknya untuk meneruskan pesantren, namun berharap ada generasi yang menjaga lembaga tersebut.
  • Menekankan pentingnya ilmu: "Ilmu dulu, uang itu akan mengikuti."

Kisah Abu Sibreh menunjukkan bahwa pengabdian lahir dari kesungguhan, bukan semata garis keturunan. Dengan kesabaran dan keteguhan pada ilmu, ia mengabdikan hidupnya untuk pendidikan, persatuan, dan kemaslahatan umat di Aceh.

Dari Keluarga Sederhana, Abu Sibreh Bangun Pesantren Rujukan di Aceh Jaya