Timeline Aceh
ajnn.net
ajnn.net

Warga Aceh Bertahan di Rumah Tertimbun Pasir Pasca Banjir, Keterbatasan Biaya dan Air Bersih

06 Februari 2026 12:30

Pintu rumah itu tak lagi menutup rapat. Sebagian kusennya miring, sebagian lagi tertimbun pasir. Dari celah-celah papan yang lapuk, angin membawa bau lumpur yang belum sepenuhnya kering. Said Jamaludin berdiri di ambang pintu, rokok filter di sela jari, matanya menyapu lantai yang sudah lama hilang.

“Sudah satu bulan lebih saya tinggal di sini,” kata Jamaludin, di Desa Kapa, Kecamatan Peusangan, Bireuen Jumat, 6 Februari 2026.

Rumah Tertimbun Pasir

Separuh bangunan rumahnya rusak diterjang banjir. Separuh lainnya bertahan dengan kondisi seadanya. Rumah itu tak memenuhi syarat sebagai tempat tinggal yang aman, tetapi menjadi satu-satunya yang ia miliki. Jamaludin tak punya biaya untuk menyewa rumah atau membangun kembali.

Ia tinggal bersama dua anaknya. Satu anaknya duduk di kelas tiga sekolah dasar, satu lagi masih taman kanak-kanak. Mereka tidur di atas papan yang dipaku di atas tumpukan pasir dan digantung lebih tinggi, agar tubuh tidak langsung menyentuh pasir yang lembap. Di bawahnya pasir tetap menggunung.

Keterbatasan Biaya dan Air Bersih

Membersihkan rumah bukan perkara mudah. Pasir di luar rumah masih lebih tinggi. Jika pasir di dalam dikeluarkan, hujan akan kembali membawa pasir masuk ke rumah.

“Kalau dibersihkan, nanti masuk lagi,” ujar Jamaludin.

Selepas banjir, Jamaludin sempat mengungsi selama sekitar satu bulan. Setelah itu, ia memilih kembali. Keterbatasan biaya membuatnya tak bisa berlama-lama di tempat pengungsian. Setiap hari ia bekerja. Sepulangnya, ia membersihkan rumah sebisanya, sekadar membuka ruang agar rumah itu masih bisa ditinggali.

Masalah Jamaludin tidak berhenti pada kondisi rumah. Ia juga kesulitan air bersih dan toilet. Sebelum banjir, keluarganya bergantung pada air PDAM karena tidak memiliki sumur. Setelah banjir, akses terhadap kebutuhan dasar itu semakin terbatas.

Menurut Jamaludin, rumahnya sudah dalam kondisi tidak layak huni bahkan sebelum banjir datang. Bencana hanya memperburuk keadaan yang sudah lama ia hadapi.

Keuchik Desa Kapa Mengonfirmasi

Hal itu dibenarkan Keuchik Desa Kapa, Efendi. Ia mengatakan Jamaludin termasuk warga yang sejak lama membutuhkan rumah layak huni.

“Kondisinya memang sudah memprihatinkan dari dulu. Setelah banjir, tambah parah,” kata Efendi.

Warga Aceh Bertahan di Rumah Tertimbun Pasir Pasca Banjir, Keterbatasan Biaya dan Air Bersih
0123456789