News
2.326 Warga Aceh Timur Rayakan Lebaran di Tenda Pengungsian, Huntara Belum Siap
4 hari yang lalu
Menjelang Lebaran Idulfitri 2026, 2.326 jiwa dari 696 kepala keluarga (KK) di Aceh Timur masih bertahan di tenda pengungsian. Mereka adalah korban banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025. Pengungsian tersebar di tiga kecamatan: Pante Bidari (930 jiwa), Serbajadi (936 jiwa), dan Simpang Jernih (460 jiwa).
Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, memastikan pembangunan hunian sementara (huntara) sedang dikebut. Namun, hingga kini, progresnya masih lambat. Kepala Dusun Rantau Panjang, Yaitu Jahidin, mengungkapkan bahwa pembangunan huntara di wilayahnya baru masuk tahap pemasukan material. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran karena Lebaran sudah di ambang pintu, dan korban banjir berisiko merayakannya di tenda yang tidak layak.
Kondisi Pengungsian Menjelang Lebaran
- 2.326 jiwa dari 696 KK masih tinggal di tenda pengungsian di tiga kecamatan di Aceh Timur.
- Huntara yang dijanjikan belum selesai, meski pemerintah berupaya mempercepat pembangunan.
- Bupati Aceh Timur memastikan huntara akan segera siap agar masyarakat dapat beribadah dengan nyaman.
- Kepala Dusun Rantau Panjang mengungkapkan progres pembangunan huntara masih lambat.
Upaya Pemerintah dan Harapan Masyarakat
Pemerintah pusat dan daerah didesak untuk bekerja lebih cepat dalam menyediakan hunian layak bagi korban banjir. Masyarakat berharap dapat merayakan Lebaran di tempat yang lebih layak, bukan di tenda pengungsian. Upaya percepatan pembangunan huntara atau pencarian solusi alternatif seperti hunian sementara yang lebih layak menjadi prioritas.
Kondisi ini menimbulkan keprihatinan karena Lebaran seharusnya dirayakan di rumah yang layak. Pemerintah didesak mencari solusi agar korban banjir tidak berhari raya di tenda.
