News
Japan Foundation Dorong Minat Belajar Bahasa Jepang di Aceh Lewat Program Nihongo Partners
10 Februari 2026 19:42
Japan Foundation terus mendorong peningkatan minat pembelajaran bahasa Jepang di Aceh melalui kegiatan Sosialisasi Pembelajaran Bahasa Jepang Short Program Nihongo Partners yang digelar di The Padee Hotel, Aceh Besar, Selasa (10/2/2026).
Kegiatan ini menghadirkan Director General The Japan Foundation Jakarta, Inami Kazumi, serta Konsul Jenderal Jepang di Medan, Furugori Toru. Sosialisasi tersebut diikuti oleh para guru dan pemerhati pendidikan bahasa Jepang dari berbagai daerah di Aceh.
Misi dan Program Japan Foundation
- Japan Foundation merupakan organisasi pemerintah Jepang di bawah Kementerian Luar Negeri Jepang yang memiliki misi utama memperkuat pertukaran budaya dengan negara mitra, termasuk Indonesia.
- Misi kami adalah pertukaran budaya, dengan fokus pada seni dan budaya, studi Jepang dan pertukaran intelektual, serta pendidikan bahasa Jepang, ujar Inami.
- Indonesia saat ini menempati peringkat kedua dunia sebagai negara dengan jumlah pembelajar bahasa Jepang terbanyak, yakni lebih dari 700 ribu orang.
Program Nihongo Partners
- Program Nihongo Partners merupakan program pengiriman asisten guru bahasa Jepang ke sekolah menengah.
- Para Nihongo Partners bertugas membantu proses pembelajaran bahasa Jepang sekaligus memperkenalkan budaya Jepang kepada para siswa.
- Sejak 2014, ribuan Nihongo Partners telah dikirim ke berbagai negara di Asia, dan Indonesia menjadi negara penerima terbanyak. Tahun ini sekitar 120 Nihongo Partners ditempatkan di berbagai provinsi.
Harapan dan Manfaat
- Melalui kegiatan sosialisasi ini, Japan Foundation berharap minat dan motivasi masyarakat Aceh dalam mempelajari bahasa Jepang semakin meningkat, sekaligus memperkuat hubungan persahabatan antara Jepang dan Indonesia, khususnya di Aceh.
- Konsul Jenderal Jepang di Medan, Furugori Toru, menilai penguasaan bahasa Jepang dapat membuka pemahaman yang lebih mendalam terhadap budaya dan masyarakat Jepang.
- Dengan menguasai bahasa Jepang, kita bisa membangun hubungan yang hangat dan saling memahami secara langsung, nilai yang tidak bisa sepenuhnya digantikan oleh teknologi, ujarnya.
