News
Pengungsi Banjir Bireuen Masih di Tenda, Ramadan Mendekat Tanpa Huntara
06 Februari 2026 21:06
Jelang Puasa, Pengungsi Banjir Bireuen Masih Hidup di Tenda
Pengungsi banjir di Kabupaten Bireuen masih hidup di tenda-tenda darurat menjelang Ramadan. Pemerintah kabupaten belum mengusulkan pembangunan hunian sementara (huntara), sementara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sudah berencana menyediakannya.
Warga Peusangan, Jami, menyayangkan kondisi tersebut, terlebih Ramadan kian dekat sementara para pengungsi belum mendapatkan tempat tinggal yang layak.
Keluhan Serupa dari Keuchik
- Para keuchik di wilayah terdampak banjir menyebutkan warga belum bisa kembali ke rumah masing-masing karena banyak bangunan rusak berat.
- Lingkungan permukiman masih dipenuhi lumpur dan pasir sisa banjir.
- Belum ada kebijakan penyediaan huntara atau opsi penyewaan tempat tinggal bagi pengungsi.
Kondisi Warga
- Nasriadi, warga Desa Salah Sirong Jaya, Bireuen, mengatakan dirinya sangat membutuhkan hunian sementara. Rumah yang ditempatinya hilang tersapu arus saat banjir besar melanda.
- Ia mengaku tidak sempat menyelamatkan harta benda, selain beberapa helai pakaian dan surat berharga.
Inisiatif Pemerintah Provinsi
- Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menargetkan tidak ada lagi korban banjir dan longsor di Sumut yang tinggal di tenda pengungsian sebelum Ramadan.
- Para pengungsi akan ditempatkan di hunian sementara (huntara) atau hunian tetap (huntap) yang mulai dibangun pertengahan Februari 2026.
- Pemerintah provinsi bahkan siap menyewa hotel apabila hingga menjelang puasa masih ada korban bencana yang belum dapat menempati hunian sementara atau hunian tetap karena proses pembangunan belum rampung.
