News
Pemerintah Aceh Percepat Impor Sapi dan Kerbau Jelang Ramadhan
13 jam yang lalu
Pemerintah Aceh bergerak cepat mengantisipasi peningkatan kebutuhan pangan menjelang bulan suci Ramadhan 2026. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh mendampingi Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, melakukan koordinasi intensif dengan sejumlah kementerian di Jakarta untuk mempercepat proses impor sapi dan kerbau.
Langkah tersebut ditempuh guna memastikan ketersediaan stok ternak tetap aman, terutama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat saat tradisi Meugang dan selama bulan puasa, yang biasanya diikuti lonjakan konsumsi daging.
Koordinasi dengan Pemerintah Pusat
- Kepala Disperindag Aceh, T. Adi Darma, menyatakan percepatan impor menjadi strategi pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga daging di pasaran.
- Pertemuan dengan Asisten Deputi Tata Niaga dan Perdagangan Pangan Luar Negeri Kemenko Pangan, Lorenta P.K. Siahaan, membahas langkah teknis percepatan distribusi ternak impor ke Aceh.
- Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, memberikan dukungan pemerintah pusat terhadap upaya penguatan ketahanan pangan Aceh.
Dampak dan Harapan
- Disperindag Aceh akan terus mengawal rantai pasok ternak impor agar berjalan lancar hingga ke tingkat pasar.
- Upaya ini diharapkan dapat membantu pemulihan sektor pangan dan menggerakkan kembali aktivitas ekonomi di pasar-pasar tradisional Aceh.
- T. Adi Darma menegaskan, masyarakat Aceh dapat menyambut Ramadhan dengan tenang, tanpa kekhawatiran terhadap kelangkaan daging maupun lonjakan harga yang tidak terkendali.
Tradisi Meugang
- Meugang adalah tradisi masyarakat Aceh yang dilakukan menjelang Ramadhan, di mana masyarakat menyembelih hewan ternak sebagai bentuk syukur dan berbagi dengan sesama.
- Tradisi ini meningkatkan konsumsi daging secara signifikan, sehingga ketersediaan stok ternak menjadi sangat penting.
Stabilitas Pasokan dan Harga
- Impor ternak ini penting untuk memastikan ketersediaan stok mencukupi serta mencegah lonjakan harga menjelang Ramadhan.
- Langkah ini diharapkan dapat menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Aceh selama bulan suci.
