News
Jembatan Putus di Peusangan Selatan, Warga dan Pelajar Aceh Terpaksa Naik Rakit
22 Januari 2026 19:10
Sejak akhir November lalu, jembatan rangka baja yang menghubungkan Ulee Jalan–Suak di Kecamatan Peusangan Selatan, Bireuen, ambruk akibat banjir besar. Kehidupan masyarakat di kawasan itu berubah drastis karena jembatan yang selama ini menjadi akses vital kini hanya tersisa puing. Rakit sederhana menjadi satu-satunya penghubung antar desa, memaksa ratusan warga dari belasan desa untuk menyeberangi sungai setiap hari.
Para petani, pedagang, pelajar, hingga guru, tidak memiliki pilihan lain selain menggunakan rakit dengan biaya yang tidak murah. Ongkosnya mencapai Rp10.000 untuk satu kendaraan dan biaya sukarela untuk penumpang. Bagi masyarakat kecil, pengeluaran harian ini terasa berat, apalagi jika harus bolak-balik.
Dampak pada Kehidupan Sehari-hari
- Kesehatan: Sarwani, seorang ibu rumah tangga dari Desa Darul Aman, mengaku kelelahan dengan situasi ini. Dalam kondisi sakit, ia tetap harus menyeberang rakit menuju puskesmas untuk berobat.
- Pendidikan: Plt Kepala SMAN 1 Peusangan Selatan, Nuzlita Ramasepa, menyatakan bahwa dari 300 siswa, 77 di antaranya tinggal di seberang sungai. Mereka harus naik rakit setiap hari dengan biaya Rp20.000 untuk pulang pergi, yang sangat memberatkan keluarga mereka.
- Ekonomi: Banyak siswa mulai kesulitan hadir tepat waktu, bahkan ada yang terpaksa absen karena tidak sanggup menanggung ongkos harian. Kondisi ini juga mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat.
Harapan Masyarakat
Masyarakat berharap pemerintah daerah, BNPB, hingga pemerintah pusat segera turun tangan untuk mempercepat pembangunan jembatan permanen. Jembatan bukan sekadar infrastruktur, melainkan urat nadi kehidupan yang menghubungkan desa-desa dan menghapus rasa lelah serta biaya yang menguras kantong setiap hari.
"Dengan adanya jembatan, semua aktivitas akan kembali lancar. Kami mohon perhatian serius agar pembangunan segera dilakukan," tegas Nuzlita. Kini, rakit masih menjadi penyelamat sementara, namun harapan terbesar masyarakat adalah melihat jembatan baja kembali berdiri kokoh.
