News
JKA Aceh: Hak Kesehatan Terhambat Birokrasi Berbelit, Warga Keluhkan Beban Administratif
2 hari yang lalu
Program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) yang seharusnya menjadi solusi akses kesehatan bagi masyarakat, justru menjadi beban baru. Warga Aceh mengeluhkan proses pengurusan yang rumit dan memakan waktu, menghambat mereka untuk mendapatkan layanan kesehatan yang seharusnya menjadi hak dasar.
Birokrasi yang berbelit dinilai sebagai bentuk kezaliman terselubung yang merugikan rakyat kecil. Masyarakat harus bolak-balik ke kantor, melengkapi berkas yang berulang, dan bahkan meninggalkan pekerjaan utama mereka demi mengurus administrasi JKA.
Problem Birokrasi JKA
- Proses pengurusan yang rumit: Warga harus bolak-balik ke kantor dan melengkapi berkas yang berulang.
- Beban waktu dan biaya: Masyarakat harus mengorbankan waktu kerja dan biaya transportasi untuk mengurus administrasi.
- Kesenjangan empati: Sistem dirancang tanpa mempertimbangkan realitas di lapangan.
- Potensi kezaliman: Birokrasi yang mempersulit akses JKA dinilai sebagai bentuk kezaliman yang tidak terlihat.
Dampak dan Solusi
- Dampak negatif: Menghambat orang sakit untuk segera berobat dan menunda penanganan medis.
- Solusi yang dibutuhkan: Perbaikan teknis dan perubahan paradigma pelayanan.
- Prinsip pelayanan: Sistem harus disederhanakan, dipusatkan dengan layanan terpadu, dan diprioritaskan bagi masyarakat kecil.
Program JKA harus kembali kepada esensi: menghadirkan kemudahan, bukan menambah beban. Pemerintah harus memastikan bahwa sistem berpihak pada mereka yang paling membutuhkan.
