Kabel internet yang semrawut di berbagai sudut Kota Banda Aceh kembali menjadi sorotan. Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Musriadi Aswad, mendesak Pemerintah Kota untuk segera menertibkan perusahaan penyedia layanan telekomunikasi dan internet yang dinilai tidak tertib dalam pemasangan kabel. Kondisi kabel yang menjuntai rendah di tiang listrik, pepohonan, hingga melintang di atas jalan umum dianggap membahayakan keselamatan masyarakat, khususnya pengguna jalan.
Musriadi menegaskan bahwa DPRK tidak menolak investasi yang masuk ke Banda Aceh, termasuk dari perusahaan provider jaringan. Namun, setiap investasi harus mengikuti aturan dan memperhatikan ketertiban serta keselamatan lingkungan. Ia juga menilai bahwa kabel yang semrawut membuat wajah kota menjadi tidak indah, padahal Banda Aceh dikenal sebagai kota wisata yang mengedepankan nilai-nilai ketertiban dan keindahan lingkungan.
Desakan DPRK dan Harapan Warga
-
Desakan DPRK: Musriadi meminta Pemerintah Kota Banda Aceh segera menyusun langkah konkret dengan memanggil seluruh perusahaan provider untuk melakukan penataan ulang jaringan kabel.
-
Standar Teknis: DPRK mendorong agar pemasangan kabel dilakukan secara terintegrasi dan terkoordinasi, serta menetapkan standar teknis agar tidak membahayakan masyarakat.
-
Harapan Warga: Warga berharap Pemko Banda Aceh segera mengambil langkah tegas dengan memanggil seluruh perusahaan penyedia layanan internet dan telekomunikasi untuk menata ulang jaringan kabel di seluruh wilayah kota.
-
Risiko Kecelakaan: Kabel yang semrawut dikhawatirkan dapat menimbulkan risiko kecelakaan, terutama saat cuaca ekstrem seperti hujan deras dan angin kencang.
-
Regulasi Khusus: Warga meminta Pemko Banda Aceh menyusun regulasi khusus terkait penataan kabel udara, termasuk kewajiban provider untuk menggunakan jalur bawah tanah (ducting) di kawasan tertentu, khususnya pusat kota dan kawasan wisata.
Dengan penataan yang serius, masyarakat berharap Banda Aceh dapat kembali tampil sebagai kota yang rapi, bersih, dan nyaman. "Jangan tunggu ada korban dulu baru ditertibkan. Ini soal keselamatan dan wajah kota," pinta warga.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaWarga Sabang Hadapi TPA Lhok Batee Hampir Penuh, Sisa Kapasitas Satu Tahun
Persoalan sampah di Kota Sabang dinilai mulai memasuki fase yang mengkhawatirkan.
Petani sawit Aceh Tamiang terkena harga TBS turun tajam hingga Rp2.120/kg
Dalam hitungan pekan, harga yang sebelumnya sempat menyentuh kisaran Rp3.300 per kilogram kini merosot tajam menjadi hanya Rp2.120 per
Petani Bireuen Tenang, Air Pump Dibangun untuk Sawah","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":70,"Evidence":80,"LongTermValue":80,"Education":70,"FinalScore":79,"Summary":"Kementerian PertanianRI
Kementerian Pertanian (Kementan) RI membangun 82 unit sarana air pump di Kabupaten Bireuen untuk mendukung
Warga Aceh Besar Menanti Daging Kurban dari 170 Hewan","PublicImpact":85,"Credibility":80,"Urgency":60,"Evidence":90,"LongTermValue":60,"Education":60,"FinalScore":77,"Summary":"Madrasah di Aceh Besar
Madrasah di bawah naungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar menyembelih sebanyak 170 hewan kurban pada


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.