Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Warga Pidie Jaya Jalani Ramadhan di Pengungsian, Kades Menangis

19 Februari 2026 22:02

Hampir tiga bulan pascabanjir bandang yang melanda Pidie Jaya pada November 2025, kondisi desa Meunasah Raya masih lumpuh total. Kades setempat, Abdul Halim Ishak, mengungkapkan kesedihannya karena 150 kepala keluarga (KK) masih tinggal di pengungsian hingga memasuki bulan Ramadhan. Warga yang mayoritas berprofesi sebagai petani kini kehilangan mata pencaharian karena sawah dan perkebunan tertimbun lumpur tebal.

Abdul mengaku tidak sanggup membayangkan warga menjalani ibadah puasa di tenda pengungsian. Hingga kini, belum ada warga yang kembali ke rumah karena material lumpur belum bersih. Warga berharap pembangunan huntara dan huntap segera selesai, serta meminta bantuan kebutuhan mendesak seperti rice cooker dan dukungan biaya hidup.

Kondisi Pasca Banjir

  • 150 KK masih tinggal di pengungsian di kawasan meunasah desa setempat.
  • Permukiman warga tertimbun lumpur tebal, belum mampu dibersihkan.
  • Jalan utama yang dibuka dengan alat berat kini tergenang air karena kedalaman galian mencapai 2-3 meter.

Dampak Ekonomi dan Sosial

  • Warga kehilangan mata pencaharian sebagai petani.
  • 500 jiwa masih tinggal di pengungsian, menghadapi Ramadhan dalam kondisi sulit.
  • Kebutuhan mendesak: 300 unit rice cooker (saat ini hanya tersedia 45 unit).

Harapan Warga

  • Pembangunan huntara dan huntap segera selesai sebelum Idul Fitri.
  • Bantuan biaya hidup dari pemerintah pusat dan provinsi.
  • Normalisasi Sungai Krueng Meureudu yang semakin dangkal.

Abdul berharap Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Keuangan dapat membantu biaya hidup warga yang terpuruk. "Ini masalah roda ekonomi, kami yang begitu terpuruk tidak ada lagi lapangan pekerjaan," ujarnya.

Warga Pidie Jaya Jalani Ramadhan di Pengungsian, Kades Menangis
0123456789