News
Tradisi Kanji Rumbi di Masjid Darussalam Langsa Tetap Hidup di Ramadhan
20 jam yang lalu
Tradisi kanji rumbi masih menjadi salah satu syiar Ramadhan di Masjid Darussalam Gampong Baroh, Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa, Aceh. Bubur kanji rumbi, kuliner khas Aceh, menjadi menu wajib berbuka puasa bagi warga setempat dan musafir yang melintas di Kota Langsa.
Proses memasak kanji rumbi dimulai sejak pagi hari dan melibatkan tenaga pria, sesuai tradisi turun-temurun di masjid tersebut. Mansur, juru masak kanji rumbi veteran, menggunakan 15 kilogram beras dan santan dari 40 butir kelapa untuk menghasilkan satu dandang besar kanji rumbi. Rempah-rempah khas Aceh, seperti ketumbar, jintan manis, merica, buah pala, bawang merah, putih, jahe, kayu manis, cengkeh, kapulaga, dan bunga lawang, digiling di rumah sebelum dibawa ke masjid.
Proses dan Tradisi
- Bahan utama: Beras direndam satu malam sebelumnya, kemudian dimasak dengan santan dan rempah-rempah.
- Rempah khas: Menggunakan belasan jenis rempah hasil bumi Serambi Mekkah.
- Tenaga pria: Seluruh proses memasak dilakukan oleh tenaga pria, tanpa melibatkan ibu-ibu.
- Biaya operasional: Rp1 juta per hari, bersumber dari donatur dan sumbangan masyarakat.
Pembagian dan Manfaat
- Waktu pembagian: Dimulai setelah shalat Ashar hingga menjelang waktu berbuka.
- Sasaran: Jamaah masjid dan para musafir yang melintas di Kota Langsa.
- Manfaat kesehatan: Kanji rumbi dipercaya memiliki khasiat medis untuk melancarkan pencernaan dan menambah stamina setelah seharian berpuasa.
Tradisi pembagian bubur kanji di Masjid Darussalam ini telah berjalan selama lebih dari satu dekade dan menjadi bagian penting dari syiar Ramadhan di Langsa.
