News
Siswa MTsN Bireuen Diberi Sosialisasi TKA dan Kelas Ikatan Dinas
4 jam yang lalu
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Bireuen, Dr H Zulkifli SAg MPd, melakukan kunjungan ke MTsN 1 Bireuen untuk melakukan sosialisasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan persiapan pembukaan kelas Ikatan Dinas di MAN 2 Bireuen. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala MAN 2 Bireuen, Dedek Kelana, serta Kepala MTsN 1 Bireuen, Munawar, SAg, bersama para guru dan seluruh siswa kelas IX MTsN Unggul.
MTsN 1 Bireuen dipilih sebagai lokasi sosialisasi karena madrasah tersebut telah ditetapkan melalui SK sebagai MTsN Unggul di Kecamatan Gandapura. Status unggul tersebut menjadi indikator kesiapan akademik siswa dalam mengikuti program lanjutan seperti kelas Ikatan Dinas.
Pentingnya Tes Kemampuan Akademik (TKA)
- TKA merupakan tes terstandar yang dirancang untuk mengukur kemampuan literasi, numerasi, penalaran logis, serta penguasaan dasar-dasar akademik siswa madrasah.
- TKA tidak hanya menjadi tolok ukur kemampuan akademik, tetapi juga menjadi salah satu dasar seleksi masuk ke program-program unggulan di jenjang madrasah aliyah, termasuk kelas Ikatan Dinas di MAN 2 Bireuen.
- Melalui TKA, siswa dapat mengetahui sejauh mana kesiapan akademiknya, yang penting agar siswa mampu bersaing secara sehat dan memiliki perencanaan pendidikan yang matang sejak dini.
Kelas Ikatan Dinas di MAN 2 Bireuen
- Kelas Ikatan Dinas merupakan jurusan atau kelas khusus yang dirancang untuk membina siswa dengan potensi akademik unggul serta minat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi kedinasan maupun sekolah-sekolah tinggi berbasis layanan publik.
- Program ini akan menitikberatkan pada penguatan mata pelajaran inti seperti Matematika, Bahasa Inggris, dan IPA/IPS sesuai peminatan.
- Pendalaman materi berbasis Tes Potensi Akademik (TPA) dan Tes Kompetensi Dasar (TKD).
- Pembinaan karakter, kedisiplinan, dan kepemimpinan.
- Program bimbingan intensif menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi kedinasan dan instansi pemerintah.
Program ini juga akan didukung dengan tambahan jam belajar, try out berkala, pendampingan guru berkompeten, serta sistem seleksi yang ketat berbasis hasil TKA dan prestasi akademik siswa.
