News
Karhutla Aceh Barat: LSM Desak Polisi Usut Tuntas Pelaku Pembakaran Lahan
21 Januari 2026 10:16
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Aceh Barat terus berulang dan menimbulkan kerusakan ekosistem serta polusi udara. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Antikorupsi (GeRAK) Aceh Barat mendesak aparat penegak hukum untuk menindak tegas pelaku karhutla.
Menurut Koordinator LSM GeRAK Aceh Barat, Edy Syahputra, karhutla di Aceh Barat diduga disebabkan oleh pembakaran lahan secara sengaja untuk pembukaan lahan baru. Sepanjang tahun 2025, karhutla telah menghanguskan puluhan hektare lahan di beberapa kecamatan, seperti Woyla, Johan Pahlawan, dan Arongan Lambalek.
Dampak Karhutla di Aceh Barat
- Luas lahan terbakar: Sepanjang 2025, karhutla telah menghanguskan puluhan hektare lahan, termasuk 9,5 hektare pada Februari 2025, 7,8 hektare pada Juli 2025, dan 7,5 hektare pada Agustus 2025.
- Kerugian ekosistem: Karhutla menyebabkan kerusakan ekosistem dan biodiversitas, termasuk kepunahan spesies flora dan fauna endemik.
- Polusi udara: Asap dari karhutla menyebabkan polusi udara yang dirasakan oleh sebagian besar warga Meulaboh, ibu kota Kabupaten Aceh Barat.
Desakan LSM GeRAK Aceh Barat
- Penegakan hukum: LSM mendesak polisi untuk menindak tegas pelaku karhutla sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, termasuk Pasal 69 ayat (1) huruf h UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
- Sosialisasi masif: LSM mendorong pemerintah daerah untuk melakukan sosialisasi masif kepada warga, masyarakat luas, dan perusahaan untuk tidak membakar lahan secara sembarangan.
- Sanksi adat: LSM mendorong pemerintah daerah untuk membuat aturan Qanun (peraturan daerah) dan mengusulkan sanksi adat dari desa untuk para pelaku karhutla.
LSM GeRAK Aceh Barat berharap bahwa dengan penegakan hukum yang tegas dan sosialisasi masif, karhutla di Aceh Barat dapat dicegah dan dikurangi, sehingga kerusakan ekosistem dan polusi udara dapat diminimalisir.
Data Karhutla di Aceh Barat
- Februari 2025: 9,5 hektare lahan gambut terbakar di Kecamatan Woyla dan Johan Pahlawan.
- Juni 2025: 1,5 hektare lahan terbakar di Ujong Barasok, Gampong Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan, dan 1 hektare lahan terbakar di kawasan Woyla.
- Juli 2025: 7,8 hektare lahan terbakar di beberapa kecamatan, termasuk Desa Alue Batee, Kecamatan Arongan Lambalek, dan Desa Bales, Kecamatan Meureubo.
- Agustus 2025: 7,5 hektare lahan terbakar di empat kecamatan, termasuk Desa Peulanteu, Kecamatan Bubon, dan Desa Keub, Kecamatan Arongan Lambalek.
- September 2025: 12,8 hektare lahan terbakar di beberapa kecamatan, termasuk Kecamatan Johan Pahlawan, Meureubo, Samatiga, Arongan Lambalek, dan Woyla Barat.
