Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Kasus Campak di Aceh Menurun, Tapi KLB Masih Terjadi Akibat Rendahnya Imunisasi

5 jam yang lalu

Dinas Kesehatan Aceh mencatat penurunan kasus campak pada 2026 setelah sempat melonjak tinggi pada awal 2025. Meski demikian, Kejadian Luar Biasa (KLB) campak masih terjadi di sejumlah kabupaten/kota akibat rendahnya cakupan imunisasi.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Aceh, dr Iman Murahman, menyatakan bahwa lonjakan kasus terjadi pada awal 2025, dengan puncak pada Januari dan Februari. Pada Januari 2025 tercatat 755 kasus suspek dengan 241 konfirmasi, kemudian Februari 702 suspek dengan 226 konfirmasi. Memasuki 2026, penurunan kasus terlihat signifikan dengan 724 kasus suspek dan 124 kasus terkonfirmasi hingga Maret 2026.

Penyebab Rendahnya Imunisasi

  • 93,5% kasus konfirmasi terjadi pada anak yang belum pernah mendapatkan imunisasi campak sama sekali.
  • Cakupan imunisasi MR dosis pertama baru mencapai 39,9% dan dosis kedua 23% pada 2025.
  • Pada 2026, cakupan imunisasi MR1 hanya 7,1% dan MR2 sekitar 5,7%.

Dampak dan Tantangan

  • Kelompok usia yang paling terdampak adalah anak usia 1 hingga 4 tahun dan 5 hingga 9 tahun.
  • Rendahnya cakupan imunisasi dipengaruhi oleh keraguan masyarakat terhadap vaksin, isu KIPI, dan kurangnya dukungan keluarga.
  • Kondisi ini menyebabkan terbentuknya kantong-kantong populasi rentan di masyarakat, yang dapat memicu penyebaran cepat virus campak.
Kasus Campak di Aceh Menurun, Tapi KLB Masih Terjadi Akibat Rendahnya Imunisasi